DepokNews – Pemuda tidak boleh apatis terhadap pesta demokrasi, untuk menekan angka golongan putih (Golput), Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Depok mengajak pemuda untuk memilih kepala daerah yang mengayomi kalangan Milenial, yakni Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia pada Pilkada 2020.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BMI Kota Depok, Sean Matthew menuturkan, dari tahun ke tahun, tingginya angka Golput di Kota Depok membuktikan bahwa partisipasi politik masyarakat masih rendah. Padahal, pesta demokrasi yang digelar 5 tahun sekali menentukan arahnya Kota Depok.

“Banyak anak muda yang antipati dengan politik yang akhirnya menambah angka Golput,” tutur Sean, Kamis (19/11).

Padahal, sambung Sean, dengan partisipasi politik, anak muda akan mendapat daya tawar dan dapat memperjuangkan ide gagasannya supaya kepala daerah dapat merealisasikan ketika masa bakti selanjutnya.

“Jadi jangan anti pada pesta demokrasi. Ini akan menentukan arah pembangunan di Kota Depok kedepan,” sambungnya.

Karenanya, BMI Kota Depok selaku sayap PDI Perjuangan Kota Depok mengambil peran untuk menyosialisasikan kandidat yang diusung partai berlambang kepala banteng tersebut, khususnya di segmen Milenial.

Pihaknya pun akan mengingatkan muda untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mencoblos Pradi-Afifah 9 Desember 2020.

“Sebab, demokrasi yang baik membutuhkan peran anak muda yang partisipatif. Anak muda harus berani bersikap dan berperan dalam Pilkada Depok 2020,” tegasnya.

Sean kembali menegaskan, BMI Kota Depok tegak lurus dan all out bersama PDI Perjuangan Kota Depok memenangkan Pradi-Afifah untuk Calon Walikota-Wakil Walikota Depok periode 2021-2026.

“Kami akan mengerahkan segenap upaya dan kemampuan untuk memenangkan Bang Pradi dan Ibu Afifah sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok, kepala daerah yang cinta dan akan membawa perubahan serta pembenahan Kota Depok ke arah lebih baik,” tutupnya.(Mia)