DepokNews. Bekasi – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. sebutkan banjir di Bekasi disinyalir bukan hanya akibat topografi, tetapi juga akibat sampah dan semakin banyak warga yang mendirikan bangunan liar di tepi sungai. Saat ditemui di Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara Pada Ahad (21/2), Nur Azizah himbau Pemkot segera atasi masalah banjir Bekasi dengan lebih serius. Karena banjir Bekasi selalu berulang setiap tahunnya.

Pada kesempatan ini Nur azizah meninjau langsung lokasi banjir ditemani oleh Abdul Ghofur, Ketua DPC PKS Bekasi Utara, Tati Kurniawati, Ketua RKI Kecamatan Margamulya, Ketua DPRa PKS Margamulya, serta Ormas Tim Jajaka yang turun langsung bersama relawan PKS, membantu para korban banjir di Bekasi Utara.

Menurut Abdul Ghofur, banjir di Kecamatan Bekasi Utara ini berdampak di tiga Kelurahan, yaitu Kelurahan Margamulya, Harapan Baru dan Teluk Pucung. “Muaranya di Muara Gembong, banjir ini tidak seperti yang ada di Bekasi Timur dan Rawalumbu. Banjir di sini disebabkan banjir kiriman dari sungai Cikeas dan sungai Cileungsi yang melewati Kali Bekasi, sehingga meluap karena debit air yang sangat tinggi”, papar Abdul Ghofur.

Ia turut menambahkan bahwa sudah ada tawaran untuk dilakukan normalisasi, tapi yang menjadi masalah adalah warga yang banyak mendirikan bangunan liar di tepi kali, “sudah ditawarkan untuk pindah, karena di sana sebetulnya tidak boleh mendirikan bangunan apa-apa. Pada akhirnya mereka terdampak banjir”, imbuhnya.

Sementara itu Tati Kurniawati menambahkan, banjir yang dialami warga Kelurahan Margamulya di RW 07 ini terjadi secara berulang-ulang. Sementara kondisi saat ini semakin banyak warga yang membangun rumah dekat kali. Selain itu juga karena permasalahan sampah. Masih minim kesadaran warga untuk melakukan pengelolaan sampah yang baik, dan masih banyak warga yang membuang sampah ke kali.

“Setiap kali Jatiasih dan Pondok Gede debit airnya meninggi, pasti kita warga Margamulya kena imbasnya. Ini pun kali Bekasi sudah mengalami beberapa kali pelebaran, namun tetap langganan banjir karena arus airnya juga semakin kencang. Ada wacana akan dibuat taman di pinggiran kali ini, sehingga tidak ada lagi yang mendirikan bangunan liar. Semoga segera terealisasi”, imbuh Tati.

Atas laporan Ketua DPC PKS Kecamatan Bekasi Utara, Abdul Ghofur dan penjelasan Ketua RKI Margamulya, Tati Kurniawati, Nur Azizah menghimbau agar Walikota Bekasi segera meninjau ke lokasi. Jika banyak warga mendirikan bangunan di Daerah Aliran Sungai dan bangunan illegal, perlu segera diterbitkan. Sementara saran dan pemikiran tokoh masyarakat seperti yg disampaikan Abdul Ghofur dan Tati Kurniawati tentu perlu direalisasikan agar kehidupan warga Bekasi makin tertib, nyaman dan sejahtera.

Melalui Relawan PKS Nur Azizah turut memberikan donasi kepada korban banjir, tidak lupa ia kembali mengingatkan agar pemerintah kota dan masyarakat tidak menyepelekan masalah sampah ini.

“Sampah yang berserakan di tepi sungai itu sebagian memang warga yang secara sembarangan membuang sampah di sana dan sebagian lagi adalah sampah kiriman yang terbawa arus air yang begitu deras. Saya melihat sendiri, banyak sampah dalam tas plastik bergelantungan di jembatan, yang menurut laporan dibuang oleh warga sekitar. Jangan pernah sepelekan masalah sampah ini, kesadaran akan pentingnya mengelola sampah dengan baik harus terus digaungkan di setiap lapisan masyarakat!”, pungkas Nur Azizah.