H. Bambang Sutopo bersama Istri, Hj. Agustin Kurniawaty

DepokNews–H. Bambang Sutopo sukses mengembangkan Yayasan Pendidikan Ruhama. Dimulai dari satu kelas TK yang dibuat di rumah, kini Yayasan Pendidikan Ruhama telah memiliki Gedung SD hingga SMA di Jatijajar dan Cilangkap, Tapos, Depok. Dalam perjuangannya mengembangkan sekolah, Bambang pernah menjual mobilnya agar bisa menggaji sejumlah guru. Kunci keberhasilan mengelola yayasan pendidikan adalah, ketua yayasan harus rajin ikut kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ditemui di rumahnya di kawasan Kampung Kebon Duren, Kalimulya, Cilodong, Depok, Minggu (25/4) pagi, H. Bambang Sutopo, MM,MBA, pembina Yayasan Pendidikan Ruhama, yang saat ini juga menjadi salah satu pengurus Genpro baru saja selesai melakukan dialog secara zoom dengan sejumlah temannya di Lemhanas.

Hari itu Bambang kelihatan santai, mengenakan baju batik tangan pendek dipadu dengan sarung motif kotak-kotak. Sangat berbeda dengan penampilannya ketika berada di kawasan sekolah pada hari-hari kerja.

Bambang mulai terjun ke dunia pendidikan di tahun 1993. Saat itu ia dan istrinya Hj. Agustin Kurniawaty, S.Pd mendirikan sekelas TK di rumah mereka di Kawasan Jalan Nakula Sadewa, Depok 2.

Kebetulan pasangan Bambang dan Agustin senang dengan anak-anak. Agustin juga seorang sarjana pendidikan.

“TK nya masih sederhana. Hanya ada satu kelas. Tenaga pengajarnya, saya, istri dan seorang tetangga,”ungkap Bambang Sutopo.

Bambang bertugas rangkap, yaitu mencari siswa baru, mengajar dan membersihkan sekolah. Bambang sendiri yang menyapu dan mengepel lantai sekolah usai kegiatan belajar-mengajar.

Agustin juga bertugas rangkap, sebagai pengajar merangkap bagian tata usaha.

Sekolah yang mereka dirikan terus mengalami kemajuan. Yayasan Pendidikan Ruhama kemudian mendirikan sekolah dasar di Kawasan Jatijajar, Tapos, Depok. Jumlah lokalnya pun saat itu belum banyak.

Bambang kemudian aktif dikegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak secara langsung, hal itu tentunya ikut mempopulerkan Yayasan Pendidikan Ruhama yang dimiliki mantan wakil ketua Kadin Depok itu.  

Dengan keaktifannya itu,  Bambang juga kenal dengan beberapa donatur.

“Saya mempromosikan sekolah secara tidak langsung. Misalnya dengan melakukan seminar parenting, dengan melakukan pendekatan pada para orangtua siswa, berhubungan dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat,”ujar lelaki kelahiran Semarang, 7 Mei 1967.

Sekolah dibawah naungan Yayasan Pendidikan Ruhama mempunyai ciri khas, yaitu para siswa belajar Al Quran secara mendalam. Bukan hanya cara membacanya yang benar, tapi juga menghafalkan Al Quran.

Meskpin bukan pesantren, tapi siswa kelas 1-3 SDIT Ruhama belajar membaca Al Quran secara benar dengan metode Umi. Setelah kelas 4 SD mereka mulai menghafalkan Al Quran. Sehingga ketika lulus SD, para siswa juga hafal 30 juz.

“Saya berkeyakinan, Al Quran itu sumber ilmu,”ujar Bambang yang pernah memperdalam ilmu Al Quran.

Berkecimpung di dunia pendidikan cukup banyak tantangan, karena pemerintah menyelenggarakan sekolah gratis. Bambang merasa sekolahnya harus punya ciri khusus, agar sekolahnya diminati orang.

Menurut mantan anggota DPRD Depok dari PKS ini, mengelola lembaga pendidikan itu harus mempunyai ‘tangan dingin’. Jika dipegang oleh orang yang tidak tepat, sekolah itu bisa bubar.

Bambang sendiri betah didunia pendidikan, karena ia mempunyai misi ingin menyiapkan generasi muda unggul. Ia juga mempunyai misi ingin mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda.

Keuangan Yayasan Ruhama pun tidak selalu lancar. Ketika awal berdiri, pernah Bambang harus menjual mobilnya agar bisa menggaji para guru.

“Kejadiannya, bagian keuangan salah memanaj uang. Sehingga ketika tiba saat menggaji guru, sekolah tidak punya uang. Akhirnya saya menjual mobil agar bisa menggaji guru,”ungkap Bambang.

Bambang merasa beruntung, karena pemerintah juga punya perhatian pada pengelola pendidikan swasta. Pemerintah menyediakan tanahnya untuk dipakai oleh pengelola pendidikan swasta, pemerintah juga memberikan bantuan BOS pada sekolah swasta.

Saat ini Yayasan Pendidikan Ruhama telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Telah mempunyai TK Islam Terpadu, SD Islam Terpadu, SMP Islam Terpadu, dan SMA Islam Terpadu. Lokasinya berada di Jatijajar dan Cilangkap, Tapos, Depok .

Bambang yang juga seorang tenaga ahli di DPR RI, terus berusaha melakukan terobosan. Ia sendiri berusaha mengembangkan diri. Saat ini Bambang sedang melanjutkan kuliah S3 dibidang pendidikan.

Yayasan Pendidikan Ruhama juga melakukan kerjasama dengan Exzellenz Instut untuk mempermudah lulusan SMA dari Yayasan Pendidikan Ruhama melanjutkan kuliah di Jerman, Perancis atau Turki.

“Ternyata biaya kuliah di Turki hampir sama dengan di Indonesia,”ungkap ayah dari 5 anak itu.

Untuk melihat perkembangan Lembaga Pendidikan yang dibawahi oleh Yayasan Pendidikan Ruhama ,Anda bisa mengunjungi website www.sekolahruhama.sch.id. (Budi Gunawan)