DepokNews–Di hari Anak Nasional, DPC PKS Kecamatan Beji tertarik dengan satu lingkungan yang berada di RW06, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji di kota Depok, terkait bagaimana mereka mengatasi permasalahan-permasalahan Anak dan Remaja.

PKS sangat memperhatikan anak-anak Indonesia terkait Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan dan keadilan dari hak-hak yang harus diterima Anak. Bahkan PKS menyoroti tentang kemungkinan naiknya anak yatim dan piatu karena orang tua yang meninggal akibat terpapar Covid-19 yang tentu perlu perhatian khusus dalam penangannya.

Dalam silaturahmi ini, Ketua DPC PKS Kecamatan Beji, Kota Depok, Bayu Tri Iksani mengatakan “Kita harus mendukung perkembangan anak dengan mengadakan proses pembinaan anak sejak dini, melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan, perlombaan dan having fun bersama anak, dsb”

Beliau melanjutkan, “Keharmonisan di keluarga menjadi salah satu fokus dalam pembinaan di PKS karena keluarga menjadi titik paling vital dalam pembangunan pribadi maupun masyarakat. Keluarga harmonis ini adalah awal terbentuknya masyarakat yg rukun dan damai.”

“Sementara di tingkat lingkungan kita, melalui RKI (Rumah Keluarga Indonesia) PKS, dari awal sangat mendukung terealisasinya program lingkungan ramah anak dengan dukungan semua stake holder di lingkungan tersebut baik pengurus lingkungan, tokoh masyarakat dan juga semua orang tua.” Tambah beliau, sosok yang biasa dipanggil Pak Bayu ini.

Hal ini selaras dengan konsep Lingkungan Ramah Anak yang disampaikan oleh Bu Rofikoh atau biasa dipanggil Bu Popi, pengurus Lingkungan Ramah Anak di RW06 Tanah Baru, yang juga menjadi sekretaris gugus tugas kelurahan Tanah Baru serta Pengurus Pokja 2 TP PKK Kecamatan Beji ditengah silaturahmi kami. Kata beliau, “Kita sebagai orang tua harus mendidik sesuai dengan fase perkembangan anak, misal pada usia tertentu anak harus sudah bisa apa dan bagaimana cara menstimulasinya. Supaya anak tidak memble, Anak tidak dimanja, selalu dimudahkan untuk mendapatkan sesuatu dan difasilitasi semua keinginannya, sehingga tidak belajar bagaimana menghadapi kesulitan. Maka pada saat dewasa anak jadi tidak terlatih bagaimana menghadapi berbagai masalah. Kalau ada tantangan jadi gampang menyerah. Dan Tentu saja orang tua harus menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini karena kita berharap anak bisa sukses dunia maupun akhirat. Tak lupa orang tua memberikan teladan yang baik kepada anak, karena anak itu meniru apa yang dilihatnya. Serta kita orang tua selalu membingkai upaya mendidik anak ini dengan doa kepada Allah SWT agar anak2 kita menjadi generasi yang tangguh, bertaqwa dan berakhlak mulia.”

Lingkungan Ramah Anak ini dipelopori oleh seorang Ustadz atau tokoh agama yang mengajak seluruh elemen masyarakat: tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, Karang Taruna, Ibu-ibu kader dan seluruh warga. Beliau melihat banyak sekali anak-anak nongkrong tidak terarah, kemudian maraknya kasusnya narkoba dan miras. Sehingga dalam rangka melindungi anak-anak dibuatlah komitmen bersama untuk lingkungan layak anak dengan beberapa program diantaranya diberlakukan jam belajar, tidak boleh ada nongkrong yang tidak bermanfaat, memantau lingkungan dari bahaya narkoba dan miras.

Tantangan membangun Lingkungan Ramah Anak ini tidaklah mudah, Bu Popi mengatakan,
“… lingkungan Ramah Anak ini perlu proses, terutama memahamkan tentang pola asuh yang baik kepada setiap orang tua juga tidak mudah. Bukan hanya dengan 1 atau 2 kali pertemuan, tetapi harus menjadi pembelajaran terus menerus. Karena menjadi orangtua itu tidak ada sekolahnya. Proses membentuk lingkungan ramah anak ini adalah proses jangka panjang dan berkesinambungan.”

Ketua DPC PKS Beji, Bayu Tri Iksani, mendukung penuh program Lingkungan Ramah Anak ini dan akan mendorong kader, simpatisan bersama masyarakat untuk menduplikasi dilingkungan masing-masing agar anak-anak terjaga dan terpenuhi haknya. Bu Popi pun juga memiliki Harapan PKS dapat menjadi Partai pelopor dalam perlindungan anak agar anak-anak indonesia menjadi anak yang bahagia dan terlindungi, tumbuh menjadi anak yang cerdas, kuat, bertakwa dan berakhlak mulia.

(AW)