Irfan (kiri) saat menerima amanat tugas baru

Assosiasi Gerakan Bina Sejahtera Punya Pimpinan Baru, Ini Dia Orangnya

Posted on 635 views

DepokNews–Asosiasi Gerakan Bina Sejahterah yang berlokasi di Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji melaksanakan pemilihan ketua untuk dua tahun kedepan.

Sosok pemuda yakni Irfan dipercaya menjadi ketua Agbes setelah meraih suara terbanyak pada kegiatan pemiliha ketua Agbes untuk dua tahun kedepa menggantikan ketua sebelumnya Rezky.

Pada pelaksanaan regenerasi tersebut meraih  27 suara, Ulul 17 suara, Giman 22 suara, dan Rian Pramata enam suara.

Irfan sebagai ketua terpilih Agbes mengatakan akan melaksanakan amanah organisasi untuk melanjutkan kegiatan yg sudah berjalan dan akan melakukan penyegaran diorganisasi dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif bagi masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan penyusunan kerja organisasi di puncak Bogor, Jawa Barat”katanya.

Di lokasi sama ketua Karang Taruna Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji Hendra Chaerudin menambahkan
pembentukan sebuah generasi dan regenerasi bukanlah sebuah masalah pada masa kini saja, hal ini sudah menjadi permasalahan bersama sejak dahulu.

Melalui sebuah proses regenerasi atau pembentukan generasi baru ini lah akan terlihat seperti apa penerus sebuah masyarakat di masa depan.

Pada generasi baru lah beban kehidupan masa depan diletakkan. Proses pembentukan generasi baru ini diharapkan akan menghasilkan generasi yang ideal, yaitu generasi yang sesuai dengan yang dicita-citakan atau dikehendaki.

Regenerasi menjadi suatu kewajiban organisasi.

Organisasi hidup karena kepedulian mereka terhadap regenerasi.

Pentingnya regenerasi dalam suatu organisasi ini yaitu pengkaderan anggota agar berkualitas.

Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya regenerasi tapi seperti apakah generasi tersebut berjalan.

Generasi penerus organisasi dan penerus bangsa tidak lain ditentukan dari kualitas generasi tersebut.

Pada saat ini banyak sekali generasi muda Indonesia yang bagus dan berkualitas namun masih takut untuk terjun atau muncul dalam dunia politik.

Faktor salah satunya adalah generasi muda saat ini mempunyai anggapan bahwa politik itu kotor, kejam, korupsi dan amburadul.

”Anak muda adalah calon pemimpin bangsa, untuk menjadi pemimpin tidak berdasarkan umur tetapi pada kemauan, kemampuan dan kesempatan. Niat tersebut harus ditanamkan pada diri kita sendiri untuk tambahan semangat,” katanya

Remaja – remaja Indonesia pada saat ini sebagai generasi muda yang selanjutnya yang akan meneruskan cita-cita sebuah bangsa, untuk memimpin dan mengatur sebuah Negara, haruslah memiliki kepribadian yang baik, kecerdasan yang dilandasi dengan ilmu dan wawasan yang luas, memiliki jiwa yang semangat, pikiran terbuka dan tujuan yang baik, berbobot dan bermanfaat serta berjuang untuk kemajuan bangsa dan Negara.