DepokNews- Penyair senior kelahiran Riau Asrizal Nur, bakal kembali menggelar karya spektakulernnya dalam bentuk drama musikal Melayu 4 Negara dengan judul Mencencang Air.

Setelah sukses megukir sejarah pertujukan puisi Nusantara Konser Puisi Multimedia, pendiri rumah seni Asnur itu menyebutkan, pagelaran tersebut bakal ia sutradarai langsung bersama Mohd, Diani Kasian (Kancil) dramawan dari Alumni Teater Rimba Malaysia dengan penata musik kelas Internasional Epi Martison.

“Drama musikal empat negara ini didukung oleh Brunei Darussalam dengan enam pemain,” katanya Jumat (5/7/2019).

Asrizal mengatakan, mereka yang terlibat dalam drama musikal itu yakni Yusof Hj Abdul Kadir (bintang film laga dan bintang TV) berperan sebagai Sultan Borneo, Suzy Rahmah (artis penyanyi dan bintang TV) berperan sebagai Permaisuri Borneo, Mohamad Azri bin Abdullah berperan sebagai Panglima, Asmae Nasirsebagai Putra Sultan Borneo, Zai Ibrahim sebagai Dayang Pengasuh.

Kemudian Zahir Hussain  sebagai Hulubalang Borneo. Dari Malaysia diikuti sejjumlah aktor, antara lain Prof. Madya Andika Aziz sebagai Sultan Malaya, Prof Dato Wan Hashim Wan The sebagai Dato Imam Paduka Tuan, Anwar Mohamad Zulkifli sebagai Tumenggung Jalak, Ibrahim Akir sebagai Datuk Bendahara Malaya, Mohd Rafi Bin Abd Latif sebagai Panglima Malaya, Munzeer Isa sebagai Putra Sultan Malaya, Abdul Aziz Bin Marzuki  (Pengawal Malaya). 

Sedangkan dari Singapura menampilkan penyair Cg. Karmin Abbas sebagai Datuk Bendahara Temasik. Sedangkan dari Indonesia, tuan rumah menampilkan Asrizal Nur sebagai Raja Indrapura Diraja, Darmansyah (penyanyi melayu/slow Rock Melayu populer tahun 90-an), Glow Rosa (artis ibu kota pendatang baru) dan banyak pemain lainnya.

:Drama musikal ini juga menampilkan bintang tamu, antara lain Ibnu Sulhan  dari Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI, H. Ahmad Hijazi (Sekda Provinsi Riau), Yeni Fatmawati Idris (Istri Fahmi Idris, mantam Menteri Tenaga Kerja) dan Rusli Effendi (Ketua Umum PMRJ dan Sekjend Istiqlal),” kata budayawan yang tinggal di Beji, Kota Depok ini.

Tak hanya itu, drama dengan durasi sekira 2 jam 30 menit itu bakal diikuti 15 orang penari dari sanggar Tari Citra Istana Budaya, enam orang pemusik melayu profesional, enam orang pemusik gambang kromong dari Sanggar Sanggar Pusaka Betawi hingga 20 pesilat dari Seni Golok Indonesia.

“Drama kolosal ini bertujuan untuk menggalang persatuan sesama negeri serumpun. Memberikan penyadaran kepada generasi muda bahwa pada mulanya mereka dari satu keturanan yang sama yakni Melayu, oleh karena itu diharapkan semestinya ikatan persaudaraan tak boleh putus,” jelas Asrizal.

“Secara kenegaraan memang terpisah tetapi secara kebudayaan mereka satu. Tak  Putus Air dicencang, demikianlah hakikatnya,” ujarnya kembali.

Drama musikal ini bekerja sama dengan Taman Mini Indonesia Indah dan Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS). 

“Rencannanya, pagelaran itu bakal dilaksanakan di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah pada 12 Juli 2019 pukul 19.30 WIB,” tutup Asrizal.(mia)