Secara simbolis Intan Fauzi menyerahkan buku tabungan penyaluran BSPS kepada penerima manfaat (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews- Sebanyak 20 buku tabungan diserahkan secara simbolis oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Intan Fauzi dan pihak bank yang bekerjasama. Dalam aspirasi untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), kepada 20 warga di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.

Intan mengatakan, melalui Program Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya

(BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal tersebut ditandai dengan serahterima buku tabungan penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2019.

“Ini adalah aspirasi untuk warga Kota Depok berupa program BSPS. Semoga bermanfaat bagi yang mendapatkan,” kata Intan, di Aula Lantai 2 Kantor Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Rabu (21/8/2019).

Bantuan diberikan sebesar Rp17,5 juta per unit, yang rumahnya tidak layak huni. Intan sendiri membawa aspirasi 1500 unit RTLH di APBN Tahun Anggaran (TA) 2019 ini, dengan rincian 751 unit di Kota Depok, disusul Bekasi 749 unit.

“Kecamatan Sawangan ada 20 unit untuk Kelurahan Pasir Putih, dan Kelurahan Kedaung 30 RTLH. Sebelumnya, di

Kelurahan Meruyung 15 RTLH dan Kelurahan Grogol 30 RTLH, Kecamatan

Limo dan ini terus berlanjut” tukas Intan.

Kasi kemasyarakat dan Pelayanan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan Makmun Solihin mengaku sangat mengapresiasi bentuk aspirasi yang dapat di rasakan langsung oleh warga. Tambah lagi didaerahnya masih banyak RTLH yang perlu dibantu.

“Kami turun langsung ke lapangan dan melihat memang masuh banyak yang harus dibantu untuk tempat tinggalnya,” ujarnya usai simbolis penyerahan buku tabungan penerima bantuan.

Makmun menuturkan, pihak kelurahan telah mendata langsung kelapangan dan mendapatkan sekitar 40 lebih RTLH. Dirinya pun berharap, data yang diajukan kembali oleh Kelurahan Pasir Putih dapat terealisasi seperti tahun ini.

“Kami ajukan untuk tahun berikutnya 50 RTLH, kami berusaha semaksimal mungin karena akan ada proses yang menentukan apakah layak atau tidak dibantu,” tutupnya.(mia)