M.Ihanur Ketua Aisi Foundation.org

DepokNews – Kondisi pelajar, remaja dan pemuda kita mungkin tidak sedang baik2 saja. Menurut KPAI sedikitnya setiap tahun di Indonesia ada 1.850 kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun
luar sekolah, baik dalam bentuk tawuran, kekerasan fisik dan psikologi.

KPAI juga meneliti perilaku seks di kalangan remaja SMP dan SMA hasilnya dari 4.726 responden sebanyak 97 % mengatakan pernah menonton pornografi, dan 93,7% mengaku sudah tidak perawan bahkan sebanyak 21,26 % mengatakan sudah pernah melakukan aborsi.

19% pelajar di Indonesia merokok. 23% pelajar pernah minum miras. 3,2 persen pelajar mengkonsumsi narkotika.

Ada lagi temuan juga 50% orang Indonesia tidak bisa membaca Al Qur’an dan itu termasuk para pelajar.

Pendidikan perguruan tinggi yang baru menyerap 38% lulusan SMA/SMK. Belum masalah pengangguran. Tahun 2019 pengangguran tak lulus SD 400 ribu orang, lulusan SD 950 ribuan orang, lulusan SMP 1,2 juta orang, lulusan SMA 1,3 juta orang. Mereka semua menganggur.

Belum masalah game online, di Amerika Serikat 86% remaja kecanduan game online. Tidak tertutup kemungkinan di Indonesia angkanya tidak jauh berbeda.

Belum masalah perilaku religius dan karakter positif remaja dan pelajar. Belum ada data pasti tapi bisa kita lihat kasus per-kasus. Misal saya pernah menghitung kata-kata kasar seperti anjing, goblok, tolol yang diucapkan beberapa siswa sekolah dasar yang sedang bermain di sekolah, jumlahnya lebih dari 10 kali per-menit. Bayangkan, sejam mereka bisa 600 kali mengucapkan kata-kata kasar. Seharian bisa ribuan kali dan itu sudah menjadi karakter.

Perilaku religius perkiraan saya juga rendah, misal saja salat berjamaah di masjid, apalagi subuh berjamaah di masjid. Salat berjamaah sedikit sekali diisi oleh usia remaja. Bahkan saya pernah menghitung dari 30 orang yang salat subuh di masjid hanya 3-5 orang diantaranya yang remaja.

Kemungkinan perilaku religius lainnya juga rendah di kalangan remaja dan pelajar. Misalnya puasa sunnah, salat tahajud, membaca Qur’an setiap hari, berinfaq atau membantu orang tua.

Belum karakter positif seperti jujur dan bertanggungjawab, disiplin, bekerja keras, komunikatif, pembelajar, gemar membaca, prestasi, sadar bakat dan potensi, toleran, demokratis, cinta damai, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli sosial/lingkungan dan berkontribusi dalam kebaikan. Ini belum ada penelitian nya tapi ada kemungkinan karakter positif tersebut juga rendah dimiliki oleh para remaja atau pelajar.

Jadi apakah kondisi pelajar dan remaja kita baik-baik saja atau tidak sedang baik-baik saja?

Padahal 10 tahun kedepan mereka akan menggantikan generasi sebelumnya.

Semoga perkiraan saya salah dan kondisi remaja dan pelajar kita sedang baik-baik saja.

Disinilah AISIFOUNDATION.ORG berperan, setidaknya sesuai kemampuan kami. Next in saya Allah saya tuliskan apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan perilaku religius dan karakter positif pelajar atau remaja yang sekaligus akan menurunkan perilaku negatif mereka.

M.Ihanur
Ketua Aisi Foundation.org