Setiap orang pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya baik itu kesedihan, kepahitan, kekecewaan, kehilangan orang yang dicintai, kesulitan keuangan, penyakit yang belum terobati, difitnah, dihina, dikhianati ini adalah penyebab faktor munculnya putus asa. Putus asa memang merupakan salah satu kondisi yang bisa saja dialami oleh siapapun dan kapanpun di dunia ini. Namun, ketahuilah bawa putus asa sebenarnya tergantung dari diri kita sendiri. Dengan kata lain sebenarnya kita dapat menghilangkan putus asa dari dalam diri kita. Kuncinya pun sederhana yaitu dengan cara selalu berusaha dan berdoa kepada Allah yang Maha Esa entah sesulit atau serumit apapun masalah yang dihadapi.

            Dikutip dari laman islami.co, dalam bahasa Arab putus asa dikenal dengan istilah al ya’s. Di dalam Al-Qur’an, al ya’s memiliki 2 makna yaitu al-qunuth atau frustasi. Hal ini seperti tercantum dalam QS Yusuf:87 yang artinya “Hai anak-anak ku, pergilah kamu  maka carilah berita tentang yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah SWT melainkan kaum yang kafir.”

            Putus asa termasuk sifat-sifat kekafiran, dan kita mohon perlindungan dari Allah SWT dari hal ini. Kekafiran adalah ketertutupan. Orang yang kafir adalah orang yang fitrahnya tertutup sehingga ia tak bisa melihat segala hal sebagaimana mestinya. Ia melihat segala hal dengan padangan terbalik disebabkan fitrahnya yang terbalik. Ibnu Katsir berkata:  “Barangsiapa menyangka Allah SWT tak akan menolong Muhammad, kitab-Nya, dan agama-Nya, hendaknya ia pergi dan bunuh diri saja jika hal itu menyakitkan hatinya. Karena sesungguhnya Allah SWT pasti akan menolongnya.”

            Adapun solusi dalam menyikapi hal putus asa

  • Memantapkan keimanan terhadap Qadha dan Qadar, ini merupakan faktor penting untuk bisa menenangkan hati kaum mukminin. Meyakini bahwa apa yang dikehendaki Allah SWT pasti terjadi sebaliknya, apabila Allah SWT tidak menghendaki pasti tidak kan terjadi. Oleh karna itu seorang muslim tidak boleh terus menerus terbenam dalam kesedihan atau musibah yang menimpanya. Tidak lantas menjerumuskan diri kedalam maksiat. Seorang muslim harus kuat, tegak, teguuh hati merenima ketentuan Allah SWT dan takdirnya.
  • Berbaik sangka kepada Allah SWT. Berbaik sangka akan membuka pintu harapan, dapat mengenyahkan bisikan putus asa. Ingatlah, sikap berburuk sangka bertentangan denga tauhid, tauhid keimanan kepada Allah SWT dan ilmu serta hikmahnya.
  • Memanjatkan doa. Seberat apapun masalah yang sedang menimpa, seorang hamba tidak sepantasnya berputus asa dari rahmat Allah SWT.
  • Memiliki tekad yang tinggi. Karena ia mengetahui, keberhasilan sesuai dengan kepenatan yang dilalui.
  • Sabar dan bersikap tenang. Yakinlah bahwa perkara-perkara yang menyulitkan hanya takluk kepada kesabaran, demikian juga dengan ketenangan.
  • Positive thinking.
  • Membekali diri dengan ilmu agama. Tipu daya setan lemah dihadapan orang yang ber ilmu.

Ingatlah ketika sedang merasa ber- putus asa ingatlah semua yang terjadi tidak ada yang sia-sia dan ingatlah firman Allah SWT yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba ku bertanya kepada mu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS Al-Baqarah[2]:186)

Dan tidak ada jalan keluar kecuali dengan taubat kepada Allah SWT, dan tidak ada cara mengalahkan dan terbebas dari bahaya selain memohon pertolongan Allah SWT. Dan segala gerakan putus asa tidak akan membuahkan hasil kecuali bertambahnya duka dan kesedihan, dan berlipatnya perasaan tersebut, dan tidak mampu melawan hal ini tanpa pertolongan Allah SWT. Maka hendaknya orang yang bersedih itu mengejar jendela yang penuh cahaya itu, yang menghembuskan semilir angin Rahmat-Nya.

REFERENSI:

Buku Intisari Karakter Da’i/ Abdu Al-Hamid Al-Bilali- Jakarta: Pustaka Ikadi, 2016.
https://dalamislam.com/dasar-islam/bahaya-putus-asa-dalam-islam
https://m.dream.co.id/orbit/mengapa-islam-melarang-umat-berputus-asa-1804137.html
https://almanhaj.or.id/3068-bangkit-menuntaskan-putus-asa.html

Oleh Jumiati Binti Abdul Aziz

Mahasiswi STEI SEBI