DepokNews– Setelah sehari kemarin kantor DPRD dan Kelurahan Pancoran Mas ditutup selama satu pekan lantaran terdapat pegawai yang positif Covid-19. Kini hal yang sama terjadi di Kantor Kecamatan Cipayung yang terpaksa harus ditutupi akibat adanya pegawai positif Covid-19.

Plt Camat Cipayung, Asloe’ah Madjri mengatakan penutupan itu dilakukan setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan positif Covid-19.

“Sudah ditutup, sampai tanggal 14 September 2020. Pelayanan kantor sudah dialihkan ke kantor Kelurahan Ratujaya, lantai dua,” katanya. Selasa (8/9/20).

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Lulu itu mengatakan penutupan kantor Kecamatan Cipayung sudah sesuai dengan peraturan wali kota (Perwal) nomor 45.

“Penutupan sudah sesuai perwal 45 tahun 2020, satu orang yang positif harus ditutup, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pelayanan,” katanya.

Lulu menjelaskan, setelah penutupan pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan bekerjasama dengan Damkar kota Depok.

“Kita sudah melakukan penyemprotan sebanyak dua kali, Jumat kemarin dan hari ini oleh Damkar, semua sudah terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Sementara bagi warga yang hendak mengurus sesuatu melalui Kecamatan kata Lulu sudah di imbau untuk ke kelurahan Ratujaya.

“Kita sudah tempel pengumuman di pagar kantor. Di informasikan bahwa RT RW sudah disurati oleh Kecamatan,” tandasnya.

Sebagai informasi, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok hingga saat ini telah memutuskan menutup sementara sejumlah kantor pemerintahan.

Mulai dari kantor kelurahan, Kecamatan, Kantor Dinas, Sekda hingga Kantor DPRD. Penutupan ini menyusul adanya pegawai di kantor tersebut yang positif Covid-19.

Perkantoran yang sudah ditutup tersebut adalah Kantor Lurah Pancoran Mas, Kantor Camat Tapos, Kantor Camat Sukmajaya, Kantor Dinas DPAMK, Diskapur, Kantor Sekda, DPRD Kota Depok dan terakhir kantor Kecamatan Cipayung.