Angkot 06 Simpangan Depok-Terminal Ikut Aksi Mogok, Penumpang Terlantar

Posted on 9 views

DepokNews- Aksi mogok angkutan kota di Bogor diikuti pula oleh sejumlah sopir angkot di Depok. Angkot yang ikut aksi mogok hari ini di Depok adalah trayek 06 jurusan Simpangan Depok-Terminal. Mereka ikut aksi mogok sebagai bentuk solidaritas karena banyak penumpang trayek itu adalah penumpang dari trayek 41 jurusan Kampung Rambutan-Cibinong yang melintas Jalan Raya Bogor.

Del (35) sopir D06 mengatakan dia dan rekan-rekannya sengaja tidak beroperasi hari ini. Karena mereka ingin menghargai rekan-rekan angkot 41.

“Selama ini 06 dan 41 itu penumpangnya terintegrasi. Makanya kami menghargai rekan 41 saja,” kata Del.

Dia mengakui selama ada angkutan online berdampak pada sisi penghasilan. Karena lebih banyak penumpangg menggunakan jasa online dibanding moda transportasi konvensional. Dia meminta agar pemerintah berlaku adil. Sehingga gejolak di lapangan akhir-akhir ini dapat diredam.

“Kalau transportasi online mau narik ya harus sportif. Bayar kir, harus plat kuning, punya izin seperti kami. Selama ini mereka bisa bertarif murah karena tidak seperti itu. Menghapus nggak mungkin, tapi harus bersaing sehat dan adil. Tidak dibeda-bedakan,” tegasnya.

Sementara itu, akibat tidak beroperasinya angkot membuat banyak penumpang terlantar di Jalan Raya Bogor-Jakarta. Mereka kebingungan karena selama ini selalu mengandalkan angkot atau ojek online.

“Bingung mau naik apa. Naik ojek mahal. Naek online takut ada sweeping. Ini lagi nunggu orang rumah jemput,” kata Prawita Putri (28).

Bahkan ada penumpang yang terpaksa diturunkan di tengah jalan oleh sopir karena mereka ikut aksi mogok. Penurunan penumpang itu membuat mereka kesal.

“Ini nggak ada aturan sama sekali. Orang diturunkan di tengah jalan begini,” kata Danu.

Dia mengkritik Pemerintah Kota Depok yang tidak cepat tanggap merespon kondisi di lapangan. Padahal banyak warga yang memerlukan angkutan massal namun tidak ada bantuan dari pemkot.

“Tadi saya mau naik truk polisi tapi penuh. Sayangnya Pemkot Depok tidak ada respon seperti kepala daerah lain yang ikut menerjunkan truk Satpol PP atau Dishub untuk angkut penumpang terlantar,” kecamnya.

Sementara itu Polresta Depok sudah menurunkan personil dan armada untuk mengangkut penumpang yang terlantar. Walaupun sudah menurunkan sejumlah armada namun tetap tidak dapat menampun penumpang yang terlantar. Begitu mobil berhenti langsung diserbu penumpang. Bahkan banyak yang memaksa masuk walau sudah penuh.

“Sudah dari pagi. Kasihan penumpangnya kalau tidak diangkut,” kata sopir armada bus polisi.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, para ojek online pun melakukan pemantauan wilayah mana saja yang dianggap rawan untuk dilintasi. Mereka juga terpaksa tidak memakai seragam untuk menghindari aksi sweeping.

“Kami antisiasi. Salah satunya tidak menggunakan atribut ojek online, seperti jaket dan helm. Di pesan group juga kami saling bertukar informasi. Kami berharap bisa saling toleransi antara angkot dan ojek online. Kami sejauh ini selalu mengikuti peraturan, seperti tidak mengambil penumpang di dalam stasiun. Semoga nggak ada lagi kayak begini,” kata Edi, salah satu ojek online.(mia)