DepokNews–Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Dani Yanuar Eka Putra kepada wartawan mengatakan mukadimah
wajah buram demokrasi sedang dipertontonkan oleh elit-elit politik nasional

Dengan perilaku koruptif, bekerjasama dengan cukong asing dan aseng dalam membela kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan nasional. Perilaku yang akhirnya menjadi karakter atau budaya tersebut menjangkit dan telah dimulai sejak proses kelahiran mereka sebagai elit politik.

Proses tersebut yaitu Pemilu dan Pilkada. Saat ini kota Depok telah memasuki pesta demokrasi dan sedang dalam perjalanan untuk melahirkan kepemimpinan baru.

Pada saat yang sama, potensi ancaman menjangkitnya perilaku elit diatas bukan tidak mungkin muncul di kota tercinta ini.

“Tentu yang kita harapkan adalah sebaliknya. Harapan tersebut layaknya yang tertuang dalam indikator kesuksesan
pilkada,”katanya.

Diantaranya, pertama, tingkat partisipasi politik masyarakat meningkat; kedua, tidak
ada politik uang; ketiga, tidak ada kampanye yang berujar kebencian, SARA, dan fitnah agar muncul kampanye yang adu program, adu konsep dan gagasan.

Itulah kondisi ideal yang harus diwujudkan segenap stakeholder dalam Pilkada ini.

Namun di tengah wajah politik yang demikian tersebut, Pilkada tahun 2020 pasti akan sangat berbeda pelaksanaannya dari pilkada-pilkada sebelumnya.

Kondisi pandemi memiliki tantangan dan ancaman tersendiri.

Bisa berdampak pada mengurangi kualitas Pilkada terutama partisipasi masyarakat, namun bisa juga sebaliknya.

Oleh karena itu, indikator keberhasilan Pilkada tahun 2020 ini perlu ditambah indikator keberhasilannya.

Indikator keberhasilan tambahan tersebut adalah kedisiplinan dalam protokol kesehatan Covid-19 yang diawali dengan ketauladanan oleh para kontestan.

Dengan maksud partisipasi masyarakat meningkat, masyarakat terpapar Covid-19 menurun, kepemimpinan yang dihasilkan adalah Kepemimpinan yang adil.

“Kami Angkatan Muda Muhammadiyah hadir sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Gerakan ini merupakan suatu titik cahaya terang untuk membawa pesan dakwah perubahan dalam memajukan masyarakat dan mencerahkan semesta,”katanya.

Angkatan Muda muhammadiyah yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Nasyi’atul Aisyiah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan gerakan yang diharapkan seluruh masyarakat Indonesia untuk
terus berdakwah dan beramal soleh dalam bentuk aksi-aksi nyata yang dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Sebagai anak kandung Muhammadiyah dengan identitas agen of change, social
control, moral force, gerakan pemuda, gerakan dakwah, gerakan keumatan, gerakan kebangsaan dan gerakan kemanusiaan, maka Angkatan Muda Muhammadiyah akan terus berusaha, berjihad, dan berijtihad dalam rangka mengawal, mengurai dan menuntaskan
persoalan-persoalan sosial kemanusiaan, keindonesiaan, dan kesemestaan.

“Berdasarkan cita-cita luhur tersebut, kami segenap Angkatan Muda Muhammadiyah
Kota Depok menyampaikan Petisi Pilkada Berintegritas dan Sehat (BerintegritaS) kepada Penyelenggara, Kontestan, dan pihak Keamanan,”katanya.

Komitmen Bangun bersama Pilkada Berintegritas; Pemimpin yang baik lahir dari proses yang baik sehingga pemimpin yang nantinya terpilih mampu menyejahterakan masyarakatnya.

Maka untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan integritas dalam Netralitas Penyelenggara dan ASN

Anti Politik Uang, Hindari mafia pilkada
Mengedepankan moral dan keadaban
membumikan etika dalam setiap proses pilkadaMengedepankan nilai-nilai demokrasi yang tertuang pada Pancasila.

Mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi, mengedepankan nilai-nilai edukasi politik penuh tanggung jawab.

Mengkampanyekan demokrasi substantif menghindari kampanye hitam dalambentuk fitnah dan SARA.

“Kami harap mengedepankan eco politics; Politik ramah alam, mengedepankan politik visioner yang melampaui kelompok dan zamannya,”katan