DepokNews–Sekitar 1.600 personil Polres Metro Depok menjalani pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus tersebut.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, kegiatan ini adalah tindaklanjut tracing yang telah dilakukan Pemerintah Kota Depok bersama Gugus Tugas dengan total sekira 9.000 rapid test untuk anggota Polri

Pada saat ini, dilakukan rapid test untuk gelombang pertama sebanyak 700 personil.

Azis menilai, langkah ini penting dilakukan mengingat anggota polri adalah profesi yang memiliki resiko tinggi, terlebih ditengah situasi pandemi.

“Karena ada beberapa petugas yang rentan, ya salah satunya anggota Polri yang melaksanakan tugas PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), cek poin.”

Azis mengatakan, rapid test ini nantinya akan dilanjutkan ke masyarakat umum dengan lebih mengunduh aplikasi hallodoc.

“Kali ini Polres Metro Depok dapat giliran pertama, kita juga ingin memetakan mana yang terpapar atau tidak. Saya berharap tidak ada yang terpapar,” ujarnya

Lebih lanjut Azis mengungkapkan, proses ini penting untuk dilakukan, terlebih bagi petugas yang berada di lapangan.

“Sehingga kalau ada yang terpapar (reaktif) akan dikarantina 14 hari, dipisahkan dengan yang sehat,” tuturnya

Azis menambahkan, pihaknya akan melakukan protokol kesehatan jika didapati ada personil polres yang terindikasi Covid-.

“Bagi yang sudah positif kita siapkan di Rumah Sakit Kramat Jati atau di Rumah Sakit Brimob.”katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, rapid test massal ini adalah salah satu langkah strategis untuk penanganan Covid-19.

“Karena ini emergency situasional, kita juga kan enggak tahu kasus ini berakhirnya kapan,”katanya