Tapos – Anggota DPD RI dari Dapil Jawa Barat, KH Amang Syafrudin melaksanakan reses di Kecamatan Tapos yaitu di Gedung Sekretariat Sahabat Quran (SAQU) Jalan Delima RT.03 RW.09 Jatijajar Tapos Kota Depok, Senin (26 April 2021).

Kunjungan reses yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini dihadiri oleh pengurus SAQU Tapos di antaranya Ustad Mamuri Raskaman, Ustad M, Irvan, Ustad Agus Suwardi dan masyarakat yang aktif di komunitas Sahabat Qur’an.

K.H Amang Syafrudin yang menjadi Anggota DPD RI terpilih periode 2019 – 2024 Dapil Jawa Barat dengan perolehan suara sebanyak 1.410.880 suara merupakan sosok bersahaja yang sudah dikenal masyarakat Depok, dirinya berkesempatan mengunjungi Kota Depok dalam rangkaian reses kerjanya sebagai anggota DPD R.I.

Kunjungan reses KH. Amang disambut gembira oleh pengurus SAQU Tapos, Ustad Mamuri Raskaman dan anggota komunitasnya.

“Kami senang dan berterima kasih dengan adanya kunjungan dari anggota DPD RI yaitu Kiai Amang Syafrudin. Kami butuh arahan dan bimbingan beliau,” ujar Mamuri.

Dalam pertemuan dengan komunitas Sahabat Quran Tapos tersebut, KH. Amang memberikan tausiah bahwa semua kewajiban yang kita lakukan hakikatnya sudah pernah diperintahkan kepada umat terdahulu.

” Hakikatnya kewajiban yang kita lakukan sudah ada pada umat sebelum kita. Seperti kewajiban berpuasa ini sudah ada pada umat terdahulu karena Tuhan nya sama yaitu Allah SWT,” papar Amang Syafrudin.

Kepada Komunitas Sahabat Qur’an KH. Amang berharap Sahabat Qur’an harus jadi motor penggerak kebaikan di Depok yaitu membumikan Al Qur’an khususnya di wilayah Tapos.

“SAQU harus menjadi pelopor kebaikan di wilayah Tapos ini. Menjadi motor penggerak kebaikan. Contoh SAQU punya program satu RT satu Tahfiz. penghafal Al Quran,” Sambung Amang.

Lebih lanjut pria kelahiran Sukabumi ini mengharapkan Sahabat Qur’an juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat, contohnya Sahabat Qur’an mempunyai program swasembada pangan bekerja sama dengan para petani di pedesaan.

Sahabat Qur’an juga menjadi solusi menyiapkan pendidikan untuk anak-anak usia sekolah agar bisa mendapatkan pendidikan dengan model pendidikan alternatif. (shl)