DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A apresiasi pelaku UMKM di Kota Depok, salah satunya UMKM milik Muliasari yang bergerak di bidang jasa Lembaga Kursus Mejahit. Dalam Kundapil yang digelar di Kator DPC PKS Cimanggis pada Ahad (27/9) ini, Muliasari menjelaskan motivasi utamanya menjalankan UMKM lembaga Kursus Menjahit agar perempuan khususnya penyitas KDRT di Kota Depok dapat lebih produktif.

Melalui kegiatan silaturahim ini, Muliasari berharap Nur Azizah sebagai Anggota Komisi VIII yang membidangi masalah sosial, agama, kebencanaan serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat turut mendukung keberlangsungan lembaga-lembaga serupa seperti yang dikelolanya. “Saya berharap silaturahim ini bisa menjadi jembatan bagi kami yang sedang berjuang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja, tapi saya sendiri sangat peduli terhadap kesejahteraan perempuan di Kota Depok, khususnya penyitas KDRT, agar lebih mandiri. Harapannya, ibu Nur sebagai Anggota Komisi VIII bisa menjembatani kami agar dapat berkolaborasi bersama Kemen PPPA (Kementerian Pemberdaaayn Perempuan dan Perlindungan Anak)”, jelas Muliasari.

Muliasari, memulai usaha lembaga kursus menjahit sejak tahun 2010. Berawal dari hobi mengajar dan menjahit, lalu ada penilik, pada masa Depok dipimpin Nur Mahmudi Isma’il, yang menganjurkan menjadikan lembaga di tahun 2013. “Alhamdulillah, setelah mengantongi izin masuk lembaga akreditasi, sekarang kami bekerjasama dengan disnaker, dan juga mendapat bantuan dari dinas pendidikan”, terang Muliasari. Sebagai Anggota Komisi VIII, Nur Azizah mendukung program yang sedang digalakkan Muliasari dan akan berusaha sebaik mungkin untuk menyampaikan aspirasinya kepada Kemen PPPA.

Nur Azizah juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang mengalami banyak kesulitan dimasa pandemi, namun tetap berusaha agar tidak sampai merumahkan karyawan-karyawannya. Mardia salah satu pelaku UMKM “Mapan”, ia yang awalnya seorang ibu rumah tangga, sudah tiga tahun menjalankan usaha jasa menjahit. Mardia sudah mampu mempekerjakan satu orang penjahit tetap dan satu orang penjahit lepas. Di masa pandemi Mardia yang awalnya banyak menerima pesanan pakaian seragam dan souvenir pernikahan, kini mengalami penurunan pesanan yang cukup drastis. Agar tidak sampai merumahkan karyawannya, Mardia berinovasi membuat kreasi-kreasi unik seperti tas belanja lipat, tas laptop, tempat pensil yang semuanya dipasarkan secara online. “Alhamdulillah, dengan terus berinovasi kami bisa bertahan, sehingga tidak sampai merumahkan karyawan”, jelas Mardia.

Selain itu juga terdapat UMKM lainnya yang mengalami peningkatan keuntungan di masa pandemi. Abdul Hamid seorang pengusaha minuman herbal dari Kampung Rambut, Pasir Gunung. Menurutnya, di masa pandemi orang banyak berlomba untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu yang menjadi primadona saat ini adalah dengan mengkonsumsi jamu dan minuman herbal. “Alhamdulillah di masa pandemi pesanan minuman herbal semakin banyak, semua orang ingin sehat dengan mengkonsumsi mimuman herbal secara rutin”, jelas Hamid. Selain Hamid, ada Endah Kurnianingsih dari Komplek Poin Mas, ia seorang pengusaha makanan beku berupa donat aneka varian, pizza, dan risoles beku. Kurnianingsih mengaku mendapatkan lonjakan pesanan makanan beku di masa pandemi ini.

Dalam kegiatan yang dihadiri sebelas pelaku UMKM dari Kecamatan Cimanggis dan Pancoran Mas, Nur Azizah menampung berbagai aspirasi dari para pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fashion hingga jasa pelatihan. Nur Azizah juga memberikan oleh-oleh berupa makalah keagamaan untuk penguatan ruhiyah, sebagai bentuk motivasi bagi para pelaku UMKM agar tetap semangat untuk terus berinovasi ditengah masa pandemi Covid-19. Selain itu Nur Azizah memberikan tumbler atau botol air minum yang dapat digunakan sehari-hari dan sejumlah dana tali asih. “Sebagai oleh-oleh dalam kegiatan silaturahim ini saya hanya bisa memberikan makalah tausiah, yang Insya Allah mudah-mudahan bisa menjadi penguat bagi kita semua agar tetap istiqomah di jalan-Nya. Selain itu ada tumbler minuman ramah lingkungan yang bisa digunakan sehari-hari, agar kita bersama-sama bisa mengurangi sampah plastik, sebagai salah satu ikhtiar kita untuk menjaga lingkungan”, pungkas Nur Azizah.