DepokNews-Pesantren Al-Hikam Depok menggelar acara Wisuda Santri Angkatan II dan Pengukuhan Santri Angkatan Baru Pesantren Mahasiswa dan Mahasiswi. Seorang santri yang sudah mahir membaca dan menghafal Al-Qur’an harus terus menempuh studi lanjutan. Pasalnya, Al-Qur’an juga memerintahkan untuk melakukan riset, observasi scientific membaca fenomena alam. Hal itu dibenarkan Pengasuh Pesantren Al-Hikam II Depok KH. Yusron Ash-Shidqi. “Ilmu science yang didapatkan dari observasi sistematika alam, kita diperintahkan Al-Qur’an untuk melakukan riset. Maka, bagi penghafal Al-Qur’an penting bahas hukum Islam tapi jangan tinggalkan observasi scientific. Di Al-Hikam sendiri punya divisi Al-Qur’an (STKQ untuk penghafal-red) dan observasi scientific,”ujarnya seusai acara Wisuda Santri Angkatan II dan Pengukuhan Santri Angkatan Baru Pesantren Mahasiswa dan Mahasiswi.

Menurutnya, dalam teks Al-Qur’an juga banyak ayat yang memerintahkan untuk meneliti, mengkaji fenomena alam. Ia mencontohkan adanya ayat berbunyi afala yandhuruna Ilal ibili kaifa huliqot dll. Dikatakannya, upaya tersebut dalam rangka menyiapkan santri sebagai muslim yang taat dan mengerti tantangan zamannya. “Kita tahu bagaimana masa mendatang, dengan data seseorang bisa kontrol naik turunnya ekonomi dalam sebuah negara. Dengan data, bisa menganalisis perilaku seseorang dan ekonomi. Tentunya, santri juga harus ada kemampuan sesuai dengan tuntutan zaman,”paparnya.

Sementara itu, Dekan FMIPA UI Prof. Dr. rer.nat Abdul Haris mengatakan bahwa
santri punya soft skill seperti pidato, bahasa asing dll. Menurutnya, modal tersebut sangat penting dalam rangka memperkuat jati diri bangsa dan membentuk peradaban. “Bangsa Indonesia memiliki SDM dan SDA yang melimpah. Bonus demografi yang kita miliki menjadi kekuatan tersendiri bagi NKRI. Untuk itu kita terus berinovasi dalam rangka meningkatkan daya saing dengan bangsa lain. Serta memberikan kesempatan anak cucu kita menikmati kehidupan yang lebih baik,”tandasnya.