DepokNews- Pembangunan Kota Depok yang kurang pesat didukung dengan problematika sosial dengan pelik membuat kota dengan julukan Kota Belimbing tersebut membutuhkan sosok yang mampu menangani segala permasalahan secara cerdas dan cepat.

“Kasus corona di Depok itu bukti pemimpin di Depok sekarang ini seperti pemadam kebakaran. Pada hal kasus corona merupakan kasus yang mematikan, semestinya siaga corona di Depok sudah dilakukan sebelum kasus tersebut masuk, dan nyatanya sosialisasi pemerintah bisa dinilai nihil,” kata Sekjen D’Pro Ahmad Husni.

Selain itu Husni juga mengatakan bahwa dari sisi pembangunan infrastruktur, menurut dia bisa dilihat di Margonda, trotoar kondisinya apa adanya dan banyak pedagang kaki lima, selain itu jembatan penyeberangan juga tidak banyak pada hal orang sekarang susah nyemberang di Margonda dan rentan kecelakaan, sebenarnya konsep Depok itu seperti apa sih?” ujarnya.

Husni mengatakan juga bahwa kasus corona di Depok bentuk keteledoran dari walikota yang tidak tanggap hingga saat ini.

“Mestinya petugas puskesmas ayo dong turun ke warga dan sekolahan sosialisasisan soal corona dan cara penanganannya. Contoh yang dilakukan Sekda Depok Hardiono, yang saya nilai dia lebih layak pimpin Depok kedepan gantikan Mohamad Idris,” tegasnya.

Sementara itu terkait dengan kasus corona, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbulah Rahmat menilai bahwa pemkot Depok di bawah kepemimpinan Walikota Mohamad Idris lamban dalam bertindak.

“Petugas kesehatan semestinya melakukan sosialisasi untuk melakukan sosialisasi pencegahan,” tukasnya.(mia)