Acara Konferensi Internasional Mimbar Al-Aqsa di Istanbul Turki 27-28 Juli 2018.

DepokNews- Sebanyak 600 peserta dari 24 Negara mengikuti konferensi Internasional Mimbar Al-Aqsha. Pada konferensi yang diselenggarakan di Istambul Turki 27-28 Juli lalu. Indonesia pun turut hadir yang salah satu agendanya berupa “Deklarasi Istanbul Menyikapi Penutupan Masjid Al-Aqsha”.

Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani yang juga menjabat
sebagai Ketua Departemen Perempuan KIBBM, turut hadir dalam pembacaan
“Deklarasi Istanbul Menyikapi Penutupan Masjid Al-Aqsha” pada Jumat 14 Dzulqa’idah 1439 H/27 Juli 2018 di Istanbul Turki.

Deklarasi dibacakan usai acara Konferensi Internasional Mimbar Al-Aqsha yang dihadiri oleh 600 orang peserta dari 24 negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Turki, Aljazair, Rusia, Italia, Tunisia, Bahrain, Yordania, Afrika Selatan.

Adapun isi dari Deklarasi KIBBM tersebut berisi delapan poin kesepakatan, yakni pertama, mengutuk keras tindak kekerasan dan teror yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan umat Islam yang akan melaksanakan Salat Jumat, kedua, menyerukan kepada para Advokat Muslim sedunia, dan seluruh pemimpin negara yang tergabung dalam OKI, untuk memejahijaukan Israel dalam pengadilan
internasional atas pelanggaran HAM yang dilakukan.

Ketiga, menghimbau kepada pemimpin, ulama, dan masyarakat Arab untuk
lebih pro aktif dan bersungguh-sungguh dalam menjaga Masjid Al-Aqsha,
keempat, menyerukan persatuan dan kerjasama umat Islam seluruh dunia
untuk menjaga dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha, kelima, menghimbau
kepada para dai dan khatib menggunakan mimbar-mimbarnya untuk
menggerakkan seluruh umat Islam dunia, agar memberikan perhatian khusus dalam membela Masjid Al-Aqsha, keenam, mengapresiasi sikap
tegas Pemerintah Indonesia yang menolak Yahudisasi di Palestina, dan
mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak normalisasi hubungan apapun dengan Israel.

Selanjutnya ke tujuh, menyerukan kepada seluruh elemen umat dan bangsa Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan demi menunaikan kewajiban persatuan dalam memperjuangkan kesucian Baitul Maqdis dari penistaan Zionis Israel dan terakhir ke delapan, mengajak seluruh eleman bangsa Indonesia untuk bergabung dan terlibat aktif dalam seluruh aktivitas pembelaan Baitul Maqdis melalui lembaga Koalisi Indonesia Bela Maqdis (KIBBM).

Nurjanah mengulas, konferensi International Mimbar Al-Aqsha yang
dilaksanakan selama 2 hari tersebut merupakan ajang pembekalan bagi
para khatib dan da’i dalam upaya untuk menyeru dan menyadarkan umat
akan kewajiban membela Baitul Maqdis.

Ia mengutip salah seorang narasumber konferensi, bahwa sudah semestinya umat tidak akan bisa tenang hingga Baitul Maqdis terbebas sebagaimana dulu Sholahuddin tidak dapat tersenyum hingga Al-Quds terbebas.

“Adara Relief sebagai salah satu elemen umat pendukung pembebasan Baitul Maqdis, akan terus meningkatkan kapasitas diri agar dukungan terhadap Baitul Maqdis di Indonesia khususnya terus bertambah,” tutupnya.(mia)