DepokNews–Kerajaan Warteg Bahagia pada Sabtu (25/1) dideklarasikan di Jalan Rumah Tahanan Militer Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Deklarasi Kerajaan Warteg Bahagia diringi dengan Kirab Kendaraan Tradisional dengan serta apel di halaman Istana Warteg Bahagia.

Ketua Dewan Penasehat Juara Grup, Agung Prasetyo Utomo yang didaulat sebagai Tumenggung di Warteg Bahagia.

Raja Kerajaan Bahagia atau owner dari Kerajaan Warteg Bahagia Agus Riyadi kepada wartawan mengatakan Kerajaan Warteg Bahagia memilih konsen dibidang ekonomi kreatif berbasis kuliner dan tentu saja, hasilnya pun halal.

“Ya, Kerajaan Warteg Bahagia kami merupakan label atau merek sebuah warung makan dengan harga kaki lima yang merupakan anak cabang dari Juara Grup,”katanya.

Warung makan ini dengan warteg pada umumnya, Kerajaan Warteg Bahagia menggagas konsep kekinian, layaknya restoran bonafit yang berada di sebuah ruko berlantai tiga.

Dia menjelaskan, kerajaan ini didirikan untuk mendukung ekonomi negara yang berpihak kepada para pelaku usaha dari kalangan menegah ke bawah.

Selain itu, kerajaan ini sengaja dihadirkan untuk mereka yang ingin makan enak namun memiliki dana atau budget terbatas.

“Idenya tumbuh karena kolaborasi, ide bersama. Saya hanya mendeklarasikan dan mewujudkan ide, mengajak para pemuda-pemudi bangsa Indonesia untuk berkarya,” katanya

Konsep yang digagas pihaknya tak terlepas dari keresahan akan munculan kerajaan palsu akhir-akhir ini.

“Kami berharap tidak ada hoax dan hanya menarik uang uang saja dengan mengatasnamakan kerajaan.”

Agus menambahkan, mereka yang bertugas di Kerajaan Warteg Bahagia berlatar belakang pendidikan beragam.

“Kerajaan ini didirikan karena ingin mengangkat anak bangsa, karena tidak semua merasakan pendidikan tinggi, kita memberdayakan dari yang tamatan SD hingga S-3,” tuturnya

Di lokasi sama Ahmad Dwi Saputro yang menyebut dirinya sebagai Menteri Miss Komunikasi Kerajaan Warteg Bahagia atau di bidang pemasaran mengaku, pihaknya mendeklarasikan kerajaan ini atas dasar keprihatinan.

“Ada kerajaan yang mengangkat isu bangsa, kali ini kerajaan kami mengangkat isu pemberdayaan ekonomi dan bagaimana menjadi bangsa mandiri di kuliner,”katanya.

Pada awak media, Ahmad juga menyinggung soal isu akan adanya kenaikan gas elpiji tiga kilo. Ia menilai, jika kebijakan itu diberlakukan maka akan berdampak secara langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner.

“Kami dari Juara Grup prihatin atas kondisi ini dan mengajak insan kuliner Indonesia untuk bersatu padu dalam satu kerajaan. Program kami adalah menaikkan kapasitas dengan mentoring bisnis scaling up gratis,” katanya

Ahmad menegaskan, kerajaan yang dibangun pihaknya adalah sebuah filosofi yang bertujuan untuk mengangkat derajat ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM) dibidang kuliner.

“Dengan kita bersatu kita bisa menurunkan cost teman-teman warteg. Kita bisa order beras sama-sama ke petani. Kita juga bisa mendapatkan ayam perpotong dengan murah.”

Lebih lanjut dirinya menerangkan, menu masakan yang ditawarkan di Kerajaan Warteg Bahagia tak jauh berbeda dengan warteg lainnya dengan harga terjangkau.

“Setelah sukses membangun Kerajaan di Depok, kami akan membangun di wilayah Pulau Jawa,”katanya.