DepokNews–Di hari Sabtu dan Ahad, 28 dan 29 Juli 2019 lalu diselenggarakan acara untuk membangun kepedulian menjaga kelestarian sungai Ciliwung yang dinamakan Ada Apa Dengan Ciliwung (AADC). Acara ini bertempat di dibawah jembatan area masuk Grand Depok City (GDC). AADC ini merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa komunitas di Kota Depok yakni: Komunitas Ciliwung Depok, Depok Berkebun, Depok Clean Action (DCA), Earth Hour Depok, dan Forum Komunitas Peduli Lingkungan (FKPL). Rangkaian acara ini sekaligus memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 27 Juli.

Pada hari Sabtu, tanggal 27 Juli 2019 acara diiisi dengan Sarasehan Komunitas. Dalam sesi acara ini membahas tentang kondisi di Sungai Ciliwung yang diisi oleh Sahrul Polontalo, aktivis lingkungan dan pemerhati sungai. Disini diangkat tentang 11 isu krusial tentang sungai, termasuk didalamnya tentang kenapa tanggal 27 Juli ditetapkan sebagai Hari Sungai Nasional. Para peserta berasal dari komunitas lingkungan di Kota Depok, komunitas undangan lainya, serta dari masyarakat umum yang berada di sekitar tempat acara. Acara diakhiri dengan penampilan seni dan santap siang bersama. Pengunjung yang hadir dan berpartisipasi pada hari pertama tercatat berjumlah 76 orang.

Hari kedua, Ahad, 28 Juli 2019, selain mengundang siswa sekolah, dan undangan lain, orang-orang yang sedang berjalan di Car Free Day juga di ajak untuk mengikuti kegiatan ini. Acara diawali dengan senam bersama di atas jembatan GDC. Acara dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang menyoroti dampak perilaku membuang sampah sembarangan ke sungai. Pentas ini diisi oleh anak-anak sekolah Master, yaitu sekolah yang selama ini dikenal dalam mengakomodir komunitas marjinal di area terminal Depok untuk mendapatkan pendidikan dasar yang layak.

Acara intinya adalah memberikan edukasi melalui kegiatan tur menyusuri sepadan sungai Ciliwung. Disini terdapat lima pos, dimana disetiap pos ada fasilitator untuk anak-anak dan orang dewasa yang menyampaikan pesan-pesan edukatif untuk menjaga lingkungan. Khusus untuk anak-anak, sebelum memulai tur diawali dengan dongeng edukatif yang bertujuan agar mereka mencintai lingkungan hidup.

Acara di hari kedua ini tercatat berhasil mendatangkan 166 orang tamu umum, 35 orang undangan VIP, 8 orang undangan sekolah. Beberapa tulisan mengenai pesan kesan dari pengunjung adalah mereka baru mengetahui ternyata ada area di bawah jembatan GDC yang nyaman untuk disusuri. Diantara undangan VIP yang hadir, ada ibu Etty Suryahati, SE, M.Si, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok dan Ibu Luckmi Purwandari, ST, M.Si sebagai Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini publik yang hadir tau akan area sempadan sungai yang perlu dijaga kelestariannya, serta memiliki wawasan tentang sungai dan kontribusi apa yang bisa diberikan untuk merawat sungai, utamanya sungai Ciliwung. Acara AADC ini merupakan bagian dari rangkaian program Ruang Publik Bersama yang diinisiasi oleh Code Margonda dan belasan komunitas lainnya, bertujuan untuk membangun kesadaran warga kota untuk mewujudkan ruang publik yang inklusif.

===

Ditulis oleh: Tim Ruang Publik Bersama. Ruang Publik Bersama adalah program yang berupaya untuk mewujudkan ruang publik yang inklusif untuk beragam kalangan. Program ini diinisiasi oleh Code Margonda dan melibatkan belasan komunitas serta pemerintah Kota Depok. Untuk informasi seputar ruang publik di Kota Depok dan kegiatan seru lainnya silahkan mengikuti akun Instagram @ruangpublikbersama.