DepokNews- Tercatat ada 80 sekolah yang ramah anak di Kota Depok. Sekolah ramah anak adalah sekolah yang memberikan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.
“Saat ini ada 80 sekolah ramah anak di Depok. Itu terdiri dari SD dan SMP. Jumlah nya akan terus bertambah hingga nanti,” ujar Kasie Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok, Sada, belum lama ini.
Ia menambahkan sekolah ramah anak di Depok tersebar di 11 kecamatan. Umumnya sekolah tersebut lebih mengarah kepada pelayanan maksimal anak. Satuan pendidikan menjamin keamanan anak.
“Di sekolah tersebut adanya ketersediaan tempat bagi anak untuk  bebas berkreatif. Kemudian ada halaman tempat bermain, adanya pelayanan kesehatan anak. Termasuk juga ketersediaan WC yang dipisah antara siswa laki-laki dan perempuan,” tambahnya.
Dirinya menjelaskan jika jumlah sekolah ramah anak di Depok akan terus bertambah. Sekolah-sekolah tersebut jika sudah dianggap memenuhi standar layak anak dapat melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan Kota Depok.
“Sekolah mengajukan ke Dinas Pendidikan kemudian selanjutnya akan ada penilaian. Termasuk juga kompetensi guru di dalamnya,” ungkapnya.
Menurutnya sekolah ramah anak merupakan penguatan karakter anak. Di sekolah tersebut anak mendapatkan kebebasan mendapatkan pelayanan pendidikan dengan aman, nyaman tanpa gangguan. Didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana.
Konsep sekolah ramah anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah  bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman.
Tujuan sekolah ramah anak sendiri adalah untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya, mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat. Mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam.
“Sekolah ramah anak bisa menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas. Anak terbiasa dengan pembiasaan-pembiasaan yang positif. Serta mencegah anak menjadi perokok dan pengguna napza,” tutup Sada.(mia)