DepokNews–Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Depok, pada hari Rabu, 29 Agustus 2018. Menyerahkan Laporan hasil sensus kemampuan membaca al-qur’an dikalangan pelajar Kota Depok.
Safrudin, selaku ketua umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Is;am Indonesia¬† (AGPAII )Kota Depok menyerahkan langsung hasil sensus kemampuan baca al-qur’an pelajar Depok kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin, Sekaligus menyampaikan tujuh rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kota Depok untuk menyelesaikan permasalahan buta huruf al-qur’an.

Sensus kemampuan baca al-qur’an dilakukan oleh seluruh guru-guru PAI se-Kota Depok sejak tanggal 17 sampai dengan 29 Juli 2018. Dengan menggunakan metode mendengarkan langsung melalui tatap muka yaitu anak diminta membaca al-quran dihadapan gurunya.

Menurut Safrudin, Sesuatu yang menggembirakan tergambar dari hasil rekapitulasi sensus, dimana ternyata kemampuan baca al-qur’an pelajar Kota Depok yang notabene tinggal di kota metropolitan prosentasenya sangat tinggi.

“Kami gembira karena ternyata yang kami temukan 60 persen pelajar Depok baca al-qur’annya sudah bagus ditengah kehidupan remaja yang metropolis seperti ini” katanya.

Namun menurutnya lagi Kota Depok sebagai kota relijius harus menuntaskan kemampuan pelajar Depok dalam hal baca al-qur’an.

“Sebagai kota relijius kita harus menuntaskan 40 persen lagi pelajar yang kurang bisa baca al-qur’an, harapannya kedepan, seratus persen pelajar di Kota Depok mampu membaca al-qur’an dengan baik dan memiliki hafalan minimal juz amma”.ungkap ketua umum AGPAII ini.

Mohamad Thamrin selaku kepala dinas pendidikan Kota Depok menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang dilakukan pengurus AGPAII Kota Depok.

“Dinas pendidikan akan menindaklanjuti temuan dari sensus yang dilakukan AGPAII dan akan terus bekerjasama untuk menuntaskan buta huruf al-qur’an di Kota Depok” ungkapnya.

Guna mewujudkan visi Kota Depok yang relijius AGPAII bertekad untuk memberikan kontribusi positif agar harapan terwujud menjadi kenyataan. Dalam pertemuan itu disepakati tahun depan siswa penghafal al-qur’an akan diberikan serifikat berprestasi untuk memudahkan peserta didik masuk ke sekolah negeri yang diinginkan.