Depoknews–Covid-19 berdampak sistemic, tidak hanya akibat masalah kesehatan, namun juga berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Kondisi seperti saat ini mendapatkan perhatian penuh dari Sekda Kota Depok, Dokter Hardiono yang selama Ramadhan 1441 hijrah berkeliling mendengarkan keluhan warga dari kampung ke kampung.

Banyak hal yang didengar oleh Sekda Hardiono, mulai dari warga yang kesulitan makan, tidak memiliki penghasilan karena di PHK, tidak mampu berobat hingga kondisi bantuan sosian yang tidak merata.

Seluruhnya keluhan tersebut didengar dengan teliti oleh Hardiono, oleh karenanya menurut dia Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang spesial, sebab selain menahan lapar dan haus serta memperbanyak dzikir serta tadarus, umat Islam Indonesia dan Kota Depok pada khususnya dihadapkan dengan situasi yang sangat sulit yakni menjalankan kebiasaan baru dengan menjaga diri dari penularan covid-19. “Tidak hanya soal kesehatan, warga Depok mengalami beban hidup yang berat, sebab tidak melakukan aktifitas secara leluasa,” katanya. Selasa (26/5/2020).

“Keluhan yang saya dengar ini tidak lantas saya diamkan, sebagai sekretaris daerah saya terus memberikan pelayakan kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang ada dengan sekuat tenaga agar kehidupan bisa kembali seperti semula, hal ini kami lakukan karena didasari wujud cinta kepada warga kota Depok,” katanya.

Dokter Hardiono juga mengatakan bahwa beban berat ini merupakan anugrah Alloh kepada umat Islam sebab dari kasus ini kita belajar banyak hal terutama untuk saling mengasihi, bergotong royong dan bahu membahu menyelesaikan wabah pandemic yang berbahaya ini. “Karena kita yakin setelah kesulitan pasti didampingi oleh kemudahan-kemudahan,” ujarnya.

Oleh karenanya di jelang Idul Fitri, Sekda Hardiono mengajak kepada warga Depok terus disiplin dalam menjalankan aturan PSBB dan Protokol kesehatan yang ada agar kasus penularan tidak terjadi,” Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.