Pelaksanaan UNBK di SLB

DepokNews–Sekitar 20 siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Darma Asih Kelurahan Depokjaya,  Kecamatan Pancoran Mas mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional Kertas Pena (UNKP)

Kepala Sekolah SLB Dharma Asih, Euis saat ditemui di sekolahnya di Jalan Bangau Raya, pada Kamis (4/4)  mengatakan ada 20 siswa SLB terbagi lagi dari 17 orang yang ikut UASBN dan tiga orang ikut UNKP.

Ia menjelaskan materi pertanyaan UASBN berasal dari internal sekolah, sedangkan pertanyaan pada UNKP berasal dari pusat.

Menurutnya, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia sebanyak 50 soal dengan waktu pengerjaan 2 jam.

“Kami tempatkan dua pengawas dari sekolah yang berbeda, tujuanya agar tidak ada kecurangan,” ucapnya.

Pengawas ujian bagi siswa berkebutuhan khusus berbeda dengan siswa normal. Pengawas, kata dia, diperbolehkan untuk membantu sejumlah siswa tersebut agar bisa memahami materi atau soal ujian.

Pengawas pada SLB berbeda dengan sekolah umum.

Di tempat ini, pengawas dituntut ekstra sabar, sebab dengan keterbatasan fisik yang mereka miliki berpotensi melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal-soal ujian.

“Kita hanya memastikan, mereka tulis nama dengan benar atau tidak,”katanya.

Di lokasi sama, seorang siswa Dekayanti Pardosi (24) dengan tekun menjawab pelajaran Bahasa Indonesia.

Deka yang merupakan siswa tuna rungu itu optimis dengan jawaban yang dipilihnya.

“Ada yang bisa, ada yang nggak bisa. Semua pertanyaan dijawab,” ujarnya Deka didampingi guru pengawas.

Ia mengungkapkan soal bahasa Indonesia yang berjumlah 50 itu ada yang sulit dijawab.

Dia mengaku kesulitan memahami soal. Beberapa kali pun Deka terlihat memegang kepala dan sesekali mengernyutkan dahi.

“Susah, soalnya panjang-panjang. Narasi bahasanya sulit dipahami,” akunya.

Dia menjelaskan jelang ujian dirinya tekun belajar.

Malam hari adalah pilihan waktunya untuk mengulang soal latihan yang diberikan guru.

“Belajar nya malam hari biar fokus. Soal dari guru dikerjakan terus,” katanya.

Usai tamat sekolah nanti, rencananya Deka akan melanjutkan sekolah khusus make up.

Sedari di sekolah, Deka sangat menyukai pelajaran keterampilan dan juga foto.

“Saya hobi foto dan senang pelajaran keterampilan seperti menjahit. Suka juga sama make up. Lulus, mau sekolah make up,” tuturnya.

Ia pun optimis hasil ujian nanti akan memuaskan. Meski di awal ujian sempat deg-deg an, perlahan Deka bisa menjawab soal secara perlahan-lahan.

“Awalnya takut karena sendirian, lama-lama kami engak takut”katanya.
Area lampiran

BalasTeruskan