DepokNews–Pada saat memotong, entah bawang, kentang, ranting, semak, atau leher kambing di hari raya Idul Adha, bilah yang tajam adalah sebuah keniscayaan. Bisa dibayangkan betapa kesalnya seorang juru masak yang waktunya terbuang sia-sia karena pisau yang tumpul saat mengiris bawang atau mengupas kentang. Mengupas mangga menjadi kegiatan yang mengesalkan jika bilah pisau tidak bisa memotong kulit mangga dengan lancar. Pun pada saat penyembelihan, bilah yang tumpul jadi sumber bahaya karena sang hewan tersiksa karena sayatan tidak dilakukan dengan cepat.

Maka dari itu bilah yang tajam adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar pada aktifitas terkait pemotongan. Bilah yang tajam juga menjadi bilah yang aman karena saat digunakan tidak dibutuhkan tenaga yang terlalu besar. Pisau yang tajam tidak perlu tenaga yang kuat untuk memotong, mengupas, ataupun mengiris. Tenaga yang sekedarnya saja, pada pisau yang tajam, sudah bisa memotong dengan lancar tanpa hambatan. Akibatnya waktu dan sumber daya yang digunakan pada pisau yang tajam menjadi efektif dan efisien.

Pada saat penyembelihan hewan ternak, baik ayam, kambing, maupun sapi, bilah yang tajam adalah bilah yang aman. Pisau yang tajam akan memotong kulit leher, tenggorokan, kerongkongan, dan saluran darah hewan ternak dengan cepat & tuntas. Pemotongan yang cepat akan menghasilkan kematian yang cepat sehingga hewan tidak menimbulkan gerakan-gerakan yang membahayakan.

Pisau yang tajam akan mempermudah aktifitas persiapan pengolahan makanan & menjadi lebih menyenangkan. Pencacahan daging, pemotongan sayur, mengupas kentang, dan merajang bumbu jadi mudah & menyenangkan dengan pisau yang tajam.

Sebaliknya pada bilah yang tumpul. Pisau yang tumpul menjadi sumber kekesalan karena pemotongan berlangsung lebih lama, butuh tenaga lebih, dan bahkan jadi sumber bahaya. Disebabkan dibutuhkan tenaga yang lebih besar pada saat menggunakan pisau tumpul, besar kemungkinan pisau tergelincir dan terlepas dari genggaman. Apa lagi pada saat penyembelihan ternak, pisau tumpul jadi sumber bahaya karena hewan yang meronta-ronta karena sakit saat disembelih dengan bilah yang tumpul.

Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, Dakwah Sembelih Halal (DSH), sebuah komunitas Muslim yang bergiat pada dakwah tata cara penyembelihan hewan sesuai ajaran Islam mengadakan Pelatihan Asah Bilah pada 29 September 2019 bertempat di Zona Madinah, Kampung Wisata Djampang, Kemang, Bogor. Ust. Bob Kodir SE, selaku ketua pelaksana kegiatan asah bilah berharap dengan adanya pelatihan ini masyarakat luas semakin mengetahui bagaimana mempersiapkan bilah yang tajam untuk mempermudah pekerjaannya.
Pemakai bilah harus tahu dan memastikan untuk siap digunakan, tutur Bob Kodir.

Pemateri pelatihan Taufiq Dinianto, adalah seorang praktisi asah bilah dan proffesional blade maker mengatakan bahwa seringkali orang yang belum tahu ilmu mengasah bilah, mengasah agar menjadi tajam malah semakin tumpul.
Di pelatihan ini akan diungkapkan solusi atas segala permasalahan asah bilah, ungkap Taufiq Dinianto.

Acara yang diselenggarakan oleh Dakwah Sembelih Halal ini, diselenggarakan bersamaan dengan Musyawarah Kerja Perdana, membahas AD/ART serta perubahan logo. Harapannya kedepan organisasi ini dapat lebih bermanfaat bagi umat khususnya dalam bidang sembelih halal.