11 Kelurahan Layak Anak Akan Dibentuk Pemkot Depok

Posted on

DepokNews- Sebagai upaya mewujudkan program layak anak terus dilakukan Pemkot Depok, dengan membentuk kelurahan layak anak. Untuk tahun ini ditargetkan terbentuk minimal 11 kelurahan layak anak.

“Kita akan pilih beberapa kelurahan yang memang memiliki potensi besar untuk dijadikan kelurahan layak anak,” ujar Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia, Kamis (16/02/2017).

Dirinya mengatakan bahwa persyaratan untuk menjadi kelurahan layak anak diantaranya adalah komitmen dari masyarakat dan dunia usaha di wilayah tersebut, kemudian pembentukan gugus tugas layak anak, selanjutnya mereka kemudian harus ikut pelatihan. Aparat yang masuk dalam gugus tugas tersebut harus mengikuti pelatihan konvensi hak anak yang akan difasilitasi oleh pihak  DPAPMK.

“Didalamnya harus  ada pemenuhan cluster, contohnya cluster pemenuhan hak sipil anak. Misal apakah ada data anak yang sudah punya akte atau belum, kemudian anak yang nikah dibawah usia, atau posyandu yang sudah difungsikan sudah berapa banyak,” terangnya.

Dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini menurut laporan sudah ada 10 kelurahan yang sudah bentuk kelurahan layak anak, kesepuluh kelurahan ini merupakan kelurahan yang sudah mendapatkan sosialisasi pada tahun sebelumnya. Kesepuluh kelurahan yang sudah layak anak adalah Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Gandul, Kelurahan Pondok Petir, Kelurahan rangkapan Jaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Tugu, Kelurahan Bakti Jaya, Kelurahan Grogol, dan Kelurahan Kalibaru.

“Harapan kami yang sudah terbentuk nantinya tidak tertidur dan tetap semangat menjalankan programnya. Jika ditambah tahun ini 11 kelurahan berarti untuk tahun ini akan ada 21 kelurahan layak anak,” tambahnya.

Selain itu, diharapkan juga ada peran aktif dari masyarakat dan juga pihak kelurahan untuk bisa memiliki komitmen dalam hal ini. Dengan menggali potensi yang ada di tiap wilayahnya, misal mereka punya hal kreatif yang bisa diangkat dan melibatkan anak-anak.

“Tanggal 22 ini kita turun untuk monitoring dan evaluasi, kita akan menagih keseriusan pihak kelurahan layak anak dan rw ramah anak,” pungkasnya.(mia)