DepokNews- Kementrian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi mengatakan total jamaah haji Kota Depok sebanyak 1689 yang dibagi dalam empat kloter setiap tahunnya batal bernagkat haji pada tahun ini.

” Artinya ribuan lebih jamaah haji tersebut batal melaksanakan haji dan dialihkan ke tahun depan. Dan saya juga sudah mengumpulkan seluruh KBIH Kota Depok untuk menginformasikan hal ini,”ungkapnya saat dihubungi. Rabu (3/6/2020).

Dikatakan Asmawi terkait pembatalan keberangkatan haji tahun ini, pihaknya langsung mengumpulkan KBIH untuk menginformasikan kepada calon jamaah haji.

” Allhamdulilah masyarakat Depok cukup memahami terkait hal ini. Apalagi keputusan ini adalah untuk kemaslahatan bagi masyarakat juga karena situasi Covid-19,”katanya.

Asmawi menjelaskan pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 2020 disebabkan karena belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi apakah ibadah haji tetap dilaksanakan atau tidak.

“Sehingga hal tersebut yang membuat kementerian Agama Republik Indonesia membatalkan keberangkatan jamaah haji karena belum jelas apakah bisa atau tidak,”ujarnya.

Menurutnya jika pun Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan keputusan tetap melaksanakan ibadah haji tahu ini. Jamaah haji Indonesia tetap tidak bisa berangkat. Sebab banyak faktor yang harus dilakukan salah satunya karantina mandiri sebelum berangkat.

“Seharusnya tanggal 25 Juni ini sudah berangkat kalau normalnya. Nah dengan keadaan sekarang agak sulit karena visa juga belum keluar, kemudian koper juga harus dikeluarkan oleh pihak maskapai penerbangan,”katanya.

Selain itu 99 persen dari total 1689 jamaah haji Kota Depok sudah melunasi biaya untuk keberangkatan. Untuk itu pihaknya mempersilakan bagi para jamaah jika ingin mengambil uangnya.

” Namun pengambilan hanya uang pelunasan sedangkan uang pokok senilai Rp 25 juta tidak bisa diambil,”pungkasnya.