Unik! Dua Sejoli Ini Merayakan Pernikahannya Di Sungai Ciliwung

0
Sumber foto: Pikiran Rakyat

Depoknews.id, Depok – Sesuatu yang unik terjadi di sungai Ciliwung, Kota Depok. Nampak perahu karet tengah membawa mempelai pria dan wanita itu luput dari tujuan pendaratannya. Arus jeram Sungai Ciliwung menarik perahu menjauh dari warga yang berkerumum di tepi.

Dilanjutkan dengan beberapa pemuda pengiring perahu masuk ke dalam sungai untuk mengontrol lajunya. Para pemuda tersebut menyeret perlahan perahu ke arah tepi Ciliwung. Suasana riuh mulai terdengar saat sepasang pengantin berbahagia tersebut menginjakkan kaki di tepi.

Tak terlihat raut kecemasan hinggap di wajah Sandra Fidelia Novianti (23) dan Ari Novanto Rahman (24), pasangan pengantin itu. Keduanya tetap menebar senyum saat perahu sempat terseret arus jeram Ciliwung.

Rasa suka cita dan kebahagian seolah mengalahkan segalanya setelah dua sejoli resmi berumah tangga. Ciliwung pun menjadi saksi pernikahan dengan nuansa ekologi yang unik tersebut. Mereka mengarungi Ciliwung dari Saung Pustaka Air (SPA) Ratujaya dan berakhir di sekitar Jembatan Grand Depok City (GDC), Minggu 18 Desember 2016 pagi. Butuh waktu sekitar 25 menit hingga keduanya  tiba di tujuan.

Acara pernikahan mereka tersebut seolah melawan kebiasaan masyarakat pada umumnya yang mengadakan resepsi acara pernikahan di ruang serbaguna gedung penuh gemerlap. Dalam acara pernikahan ini, tidak terasa nyaring dentum musik dan nyanyian romantis para biduan.

Namun, kesegaran angin Ciliwung yang membelai kedua mempelai saat mengarungi sungai tak kalah dari semprotan mesin pendingin ruangan gedung-gedung mewah. Deretan pohon bambu setia memayungi di tepi sungai. Bukan itu saja, alunan musik sederhana dari bambu mengiringi perjalanan di atas perahu. Alat musim bambu dimainkan para relawan SPA Ratujaya yang ikut berperahu.

Demikianlah pesta pernikahan Sandra dan Ari.‎ Tak cuma mengarungi Ciliwung, mereka juga menebar jenis ikan langka di sana. Tiba di tepi, kedua pasangan disambut aksi dayung pora para pegiat lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung (KCD).

Para pegiat lingkungan tersebut berjajar saling berhadapan dan menyilangkan dayungnya. Dayung-dayung kemudian diangkat membuka jalan mempelai melintasinya. Sandra dan Ari juga menanam pohon Koresan, sejenis beringin di sempadan Ciliwung.

 

NO COMMENTS

Leave a Reply