Temukan Desain Processor yang Mampu Perkecil Ukuran Gambar, Mahasiswa Gunadarma Raih Gelar Doktor

DepokNews — Ukuran file gambar pada komputer atau hand phone yang besar biasanya akan lebih lama jika di share atau dikirim melaui email, namun kedepan ukuran file gambar tersebut bisa diperkecil sehingga akan lebih mudah di share. Robby Candra mahasiswa Universitas Gunadarma berhasil mengembangkan desain processor yang mampu memperkecil ukuran gambar atau foto tersebut.

Hasil penelitian untuk memperkecil ukuran file gambar ini mengantarkan Robby Candra berhak menyandang gelar doktor IT setelah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam sidang terbuka promosi doktor IT di Universitas Gunadarma, Selasa (15/11/2016).

adsense-fallback

Dalam sidang terbuka tersebut Robby Candra berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “OPTIMALSASI ALGORITMA ZIGZAG SCAN MENGGUNAKAN METODE PEMETAAN DAN IMPLEMENTASINYA KE DALAM IC-FPGA GUNA MENDUKUNG PROSES KOMPRESI CITRA JPEG SECARA REAL-TIME”.

Ia menjelaskan desain processor hasil penelitiannya tersebut jika dikembangkan lebih lanjut dan digabung dengan bidang yang terkait bisa dipasang juga pada hand phone.

“Fungsi desain processor ini untuk kompresi gambar supaya kapasitas gambar tidak terlalu besar, baik di komputer atau di hand phone, namun saat ini belum bisa dipalikasikan di hand phone karena untuk bisa dipasang pada hand phone harus melalui bebeapa tahapan dan terkait juga dengan komponen lainnya pada hand phone tersebut, sedangkan penelitian saya ini hanya satu bagian saja,” Robby Candra.
Robby Candra, pria kelahiran Jakarta, 7 April 1976 merupakan doktor IT yang ke 98 lulusan Universitas Gunadarma. Ayah dari satu orang anak ini meraih gelar doktor dengan promotor Profesor Doktor Sarifuddin Madenda sedangkan Ko Promotornya Doktor Sunny Arief Sudiro dan Doktor Muhammad Subali.
Sidang terbuka promosi doktor berlangsung cukup hidmat, beberapa pertanyaan tim penguji membuat Robby Candra kesulitan menjawab dan membuat sebagian hadirin sedikit tertawa, salah satu pertanyaan tersebut misalnya ketika ada tim penguji yang meminta menjelaskan hasil dan kegunaan penelitiannya dalam bahasa yang bisa dipahami masyarakat awam.

“Coba jelaskan penelitiannya Anda itu apa, manfaatnya apa dalam bahasa yang orang tidak sekolahpun bisa paham, karena kalau menggunakan bahasa IT atau bahasa ilmiah orang yang berpendidikan tinggi saja kalau bukan bidangnnya belum tentu paham,” tanya sang penguji.

Karena Robby Candra tidak memberikan jawaban sesuai yang diharapkan sang penguji, maka sang penguji secara bijaksana menjawab sendiri pertanyaanya.

“Hasil penelitian saudara itu pekerjaan yang bisa mempermudah kerja komputer,” tuturnya. (muj)

adsense-fallback