Dolar Amerika Serikat Versus Yuan

Oleh Anshari

Depoknews.id – Hari ini pasar sedikit dikejutkan informasi dari Kepala Negara mengenai usulan memasukkan Yuan sebagai acuan nilai tukar yang selama ini menjadi dominasi dolar AS. Presiden mengatakan, bahwa Ekspor ke RRT lebih besar dari ekspor ke Amerika. Ditambah dengan ‘trump efek’ dengan kampanye nasionalisme ekonomi, kuat dugaan ekspor Indonesia akan turun ke titik nadir.

adsense-fallback

Tapi, cukup menarik membahas mengenai nilai tukar. Apakah penjelasan Presiden cukup bagi pasar?

Mari kita masuk tujuan dasar memegang yang. Pertama, setiap orang memegang uang untuk melakukan transaksi. Perdagangan, pendidikan, wisata, sosial dan sebagainya. Orang memegang uang untuk memperoleh barang, jasa atau hal lainnya. Melalui tujuan pertama ini, apakah cukup ekspor sebagai variable utama? Kelihatannya perlu dilihat lebih jauh. Dollar dipergunakan oleh semua negara baik di pasar resmi ataupun pasar gelap bahkan pasar Kwitang sekalipun. Ketika seorang pengusaha mengekspor sawit ke Afrika Selatan misalnya, sang penjual akan mengajukan invoice dalam mata uang Dollar, karena pembeli Afrika Selatan punya pengertian yang sama karena menggunakan Dollar juga. Mungkinkah Yuan menggantikan fungsi komunikasi transaksi ini? Bisa saja, tapi memang harus di coba dulu.

Kedua, tujuan orang memegang uang untuk berjaga-jaga. Banyak pedagang yang menyimpan dollar agar bisa membeli barang lagi di masa depan. Meskipun dia membeli di Singapura, Malaysia, Rusia, Madagaskar atau Cayman Island yang nun jauh terpencil dan namanya tidak familiar. Dollar diakui karena memang diterima disetiap tempat. Jika Yuan memiliki fungsi yang sama, maka Yuan bisa menggantikan dollar.

Ketiga, uang saat ini sudah menjadi komoditi spekulasi. Uang menjadi produk untuk mencari rente. Jumlah transaksi spekulasi terus membesar. Mengapa? Karena dollar memiliki kestabilan tersendiri, kurva tekhnikal dengan trend yang valid seperti saham dan paling penting adalah diterima dimanapun dan kapanpun. Itu tentu kondisi saat ini. Apakah Yuan mampu melakukan hal yang sama? Saya rasa sulit seiring dengan kebutuhan RRT agar mata uangnya tetap mempunyai nilai rendah sehingga harga barangnya terjaga dengan stempel “super murah” di dunia. RRT membutuhkan mata uangnya bernilai rendah jika tidak ingin ekonominya kacau.

Menggunakan tiga alasan memegang uang itu, saya merasa berat bagi Yuan untuk menggantikan dollar. Saya masih meraba maksud Presiden mengatakan ini. Mungkin saja Presiden menghendaki agar dollar jangan terlalu dominan terhadap perekonomian nasional.

adsense-fallback