Bisnis Awal Tahun, Manfaatnya Sepanjang Tahun

depoknews.id | Harga barang yang satu ini sangat variatif. Bisa sangat murah, tapi bisa sangat mahal. Substansinya sama, tetapi yang membuat mahal karena keahlian pengemasannya yang bagus. Itulah bisnis kalender.

Akhir Desember 2013 depoknews.id melakukan pengamatan lapangan. Harga kalender cukup mahal. Awal tahun baru, 1 Januari 2014, harga kalender juga masih mahal. Tetapi setelah berjalan beberapa hari, harganya berangsur turun.

adsense-fallback

Di stasiun kereta api Citayam, didekat emperan penjualan tiket, harga kalender sudah tinggal setengah harga. Ketika depoknews.id membeli kalender biasa, harganya Rp 5.000,- “Ya, memang sebelumnya Rp 10 ribu Pak. Kalau ga segera habis, nanti tambah lama ga akan laku,” ujar seorang penjual kepada depoknews.id, Jumat (3/1/14).

Berbagai kalender ditawarkan oleh pedagang kaki lima itu. Ada gambar pemandangan, masjid, artis, bunga-bungaan, dan ada juga yang polos. Ada kalender yang berisi 12 lembar, karena tiap bulan berisi satu lembar. Ada yang per lembar berisi 2 sampai 3 bulan. Makin tebal makin mahal. Kertas yang mengkilat, gambar artis bisa sampai Rp 25 ribu.

“Ngapain beli yang mahal-mahal, wong isinya juga sama. Yang penting tanggalannya sama. Iya to Bang?” kata seorang ibu yang membeli kalender polos. Tetapi isinya lengkap, ada tanggalan hijriyah dan hari pasaran seperti Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing, dan Pon.

“Ya Bu, hanya Rp 5 ribu untuk setahun. Awet dah,” timpal pedagang, menggulung kalender sambil tertawa. (pra/dn

adsense-fallback