YOT Depok NGARUNG “Ngarung Sampah Sambil Ngariung”

0

Bersama KAMU Hijau Depok, My Trip My Adventure Depok, dan Komunitas KANCIL

DepokNews — Ada pemandangan yang tidak seperti biasanya pada sisi barat jembatan gerbang utama Grand Depok City (GDC) Minggu pagi 20 November 2016 lalu. Beberapa orang terlihat menurunkan beragam keperluan untuk melakukan kegiatan arung jeram dari mobil pick up putih milik Pemkot Depok. Selanjutnya seluruh peralatan dibawa bahu membahu ke bagian sisi bawah jembatan melalui tangga. Sementara di bagian bawah jembatan sudah berkumpul banyak anak muda dari beragam komunitas yang sedang menunggu persiapan. Perahu karet yang baru saja dipomba langsung diturunkan ke air sungai yang tampak berwarna kuning coklat itu. Sungai itu merupakan sungai yang terbentang dari hulu bagian Bogor dan sampai hilir bagian Jakarta, sungai Ciliwung.

img_7693

Namun ternyata bukan akan melakukan olahraga arung jeram disini. Para anak muda ini akan melakukan suatu kegiatan penyisiran Sungai Ciliwung. Tidak hanya menyisir sungai, para anak muda ini juga berhenti di beberapa titik untuk memungut sampah-sampah hasil pembuangan masyarakat yang banyak mengotori sungai. Kegiatan yang bertajuk NGARUNG “Ngarung Sampah Sambil Ngariung” ini diselenggarakan oleh Komunitas Young On Top Depok (YOT Depok) yang berkolaborasi dengan Komunitas KAMU Hijau Depok, Komunitas Anak Ciliwung (KANCIL), dan My Trip My Adventure Depok.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang kami selenggarakan. Kita juga berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Depok dalam menyelenggarakan ini”, ungkap Fakhrul Ridha selaku President Komunitas YOT Depok.

Kesadaran masyarakat yang minim membuat Sungai Ciliwung tak pernah absen dari sampah-sampah. Hal ini yang memicu terjadinya banjir akibat muatan dan aliran sungai menjadi terhambat. Selain itu adanya pembangunan beton perumahan warga yang persis dibangun diatas bantaran daerah aliran sungai (DAS) juga membuat aliran sungai semakin sempit sehingga jika debit air meningkat tidak ada ruang lagi untuk air mengalir.

“Kesadaran masyarakat memang masih minim. Banyak sekali sampah-sampah rumah tangga yang secara sengaja dibuang ke sungai. Tadi banyak kita memungut sampah yang memang masih fresh baru saja dibuang beberapa saat sebelum kita lewat”, ujar pria berkacamata ini.

“Harus adanya sinergi antara pemerintah, komunitas-komunitas dan LSM untuk bersama-sama kita memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sungai Ciliwung ini dan sungai-sungai lainnya agar bersih dari sampah dan limbah”, tutup Fakhrul.

Setelah kegiatan pungut sampah tersebut, para anak muda yang tergabung dari beberapa komunitas yang ada di Depok ini menyelenggarakan kegiatan ngaliwet bersama sebagai bentuk ajang silaturrahmi antar sesame komunitas.

Komunitas Young On Top Depok (YOT Depok) sendiri merupakan komunitas anak muda yang bermula dari sebuah buku berjudul Young On Top yang ditulis oleh Billy Boen. Komunitas YOT Depok sendiri memiliki beberapa program divisi diantaranya energy, catalyst, dan juga energy.

SHARE

NO COMMENTS

Leave a Reply