Ajakan Nikah Muda, Coba Pikirkan Dulu

DepokNews -- Menikah bukan perkara mudah. Perlu persiapan, hingga kematangan. Namun kini di media sosial muncul sebuah ajakan nikah m...



DepokNews -- Menikah bukan perkara mudah. Perlu persiapan, hingga kematangan. Namun kini di media sosial muncul sebuah ajakan nikah muda, agar anak-anak muda dan remaja segera memutuskan untuk menikah. Beberapa alasan yang dijadikan pembenaran antara lain agar tak perlu melewati masa pacaran dan menghindari perbuatan yang dilarang norma. Lantas, bagaimana persoalan tersebut dipandang?


Koordinator komunikasi dan advokasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Frenia Nababan mengatakan, perlu membedah lebih dahulu soal ajakan nikah muda—satu di antaranya soal batasan umur.


“Kalau mendorong nikah di usia di bawah 18 tahun kan sama kaya perkawinan anak, dan itu menjadi ironi. Di satu sisi kita kampanye kekerasan seksual pada anak, tapi kekerasan seksual anak (seakan) diperbolehkan dalam pernikahan. Padahal undang-undang mewajibkan orangtua lindungi anak-anak dari kekerasan seksual,” ujarnya.


Dia sendiri tidak secara keras menentang nikah muda—karena setiap orang memiliki kematangan berbeda. Yang ditentang adalah bila persiapan tidak dilakukan secara benar, baik secara kedewasaan diri hingga persoalan lanjut setelah menikah.


Salah satu yang dikhawatirkan adalah, dalam ajakan nikah muda yang disampaikan kebanyakan sesuatu yang mudah, indah dan manis. Padahal ada hal lain dari pernikahan, mulai dari kesehatan reproduksi, mengurus rumah tangga, hingga mengasuh anak. Hal-hal itu sering tidak masuk perhitungan.


“Misalnya, kalau (melahirkan) di bawah usia 20 tahun, resiko kematian ibu bisa 5 sampai 7 kali lebih besar karena ketidaksiapan organ reproduksinya,” kata dia.


Sementara dalam hal tanggungjawab terhadap anak, mereka yang belum siap secara pekerjaan dan penghasilan karena baru lulus sekolah, dikhawatirkan akan mengalami kesulitan ekonomi, dan itu berdampak buruk pada pengasuhan anak.


"Ada risiko anak-anak mereka tidak terurus karena pekerjaan yang dimiliki orangtua tidak mendukung. Pada akhirnya, mereka akan kembali pada orangtua atau mertua, bukan membangun rumah tangga sendiri," ujar Frenia.


“Kalau saya melihat, kampanye nikah muda lebih banyak menawarkan sisi romantis dalam pernikahan. Sisi indah-indah saja,” kata Frenia .


Selain itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, terjadi 40 perceraian setiap satu jam. Ini disebut berbanding lurus dengan tren menikah di usia muda.


Data lain dari Kementerian Agama RI pada tahun 2014 menyebutkan bahwa 70 persen perceraian diajukan oleh perempuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa memang ada tekanan yang dialami perempuan dalam biduk rumah tangga. Ada ketidaksiapan dari mereka menjadi ibu rumah tangga, istri dan faktor lain.


Selain itu, dalam rumah tangga sudah pasti terdapat permasalahan yang tak dapat dihindari. Tapi, apakah persoalan itu menjadi alarm bagi orangtua sehingga mereka menganggap perlu mempersiapkan anaknya agar memahami dan bisa mengatasi masalah itu?


Biasanya para orangtua enggan berdiskusi soal itu karena membicarakan persoalan rumah tangga dianggap tabu dan memalukan, apalagi bila terjadi pada dirinya.


“Informasi soal apa yang terjadi dalam pernikahan itu tak pernah lengkap (tersampaikan pada anak),” kata Frenia. Padahal, informasi lengkap—termasuk soal resiko kekerasan dalam rumah tangga perlu disampaikan.


Anak misalnya harus tahu apa yang dimaksud kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bila mengalami harus bagaimana, lapor ke siapa, dan bagaimana mengatasinya.


Informasi itu harus jauh-jauh diberikan, bukan sehari sebelum pernikahan, supaya anak memiliki pertimbangan yang jernih terhadap keputusannya.


“Kondisi sekarang ini mirip seperti apa yang terjadi dengan seksualitas. Anak diharapkan tahu sendiri setelah mengalami. Padahal, orangtua diharapkan menjadi teman dialog, agar terbangun komunikasi antara anak dan orangtua, sehingga mereka belajar dan meniru perlakuan orang tua.


Di Kota Depok sendiri.


Untuk meminimalisir terjadinya kasus perceraian yang kerap terjadi membuat pemerintah Kita Depok membuat sebuah kegiatan untuk pra-nikah.


Walikota Depok, Mohammad Idris, memaparkan bahwa kasus perceraian di Kota Depok mencapai sekitar 20 berkas perharinya di Pengadilan agama.


"Dari 20 berkas itu hanya satu persen saja yang bisa dimediasi damai. Artinya dari 20 kasus tersebut hanDepokNews -- Menikah bukan perkara mudah. Perlu persiapan, hingga kematangan. Namun kini di media sosial muncul sebuah ajakan nikah muda, agar anak-anak muda dan remaja segera memutuskan untuk menikah. Beberapa alasan yang dijadikan pembenaran antara lain agar tak perlu melewati masa pacaran dan menghindari perbuatan yang dilarang norma. Lantas, bagaimana persoalan tersebut dipandang?


Koordinator komunikasi dan advokasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Frenia Nababan mengatakan, perlu membedah lebih dahulu soal ajakan nikah muda—satu di antaranya soal batasan umur.


“Kalau mendorong nikah di usia di bawah 18 tahun kan sama kaya perkawinan anak, dan itu menjadi ironi. Di satu sisi kita kampanye kekerasan seksual pada anak, tapi kekerasan seksual anak (seakan) diperbolehkan dalam pernikahan. Padahal undang-undang mewajibkan orangtua lindungi anak-anak dari kekerasan seksual,” ujarnya.


Dia sendiri tidak secara keras menentang nikah muda—karena setiap orang memiliki kematangan berbeda. Yang ditentang adalah bila persiapan tidak dilakukan secara benar, baik secara kedewasaan diri hingga persoalan lanjut setelah menikah.


Salah satu yang dikhawatirkan adalah, dalam ajakan nikah muda yang disampaikan kebanyakan sesuatu yang mudah, indah dan manis. Padahal ada hal lain dari pernikahan, mulai dari kesehatan reproduksi, mengurus rumah tangga, hingga mengasuh anak. Hal-hal itu sering tidak masuk perhitungan.


“Misalnya, kalau (melahirkan) di bawah usia 20 tahun, resiko kematian ibu bisa 5 sampai 7 kali lebih besar karena ketidaksiapan organ reproduksinya,” kata dia.


Sementara dalam hal tanggungjawab terhadap anak, mereka yang belum siap secara pekerjaan dan penghasilan karena baru lulus sekolah, dikhawatirkan akan mengalami kesulitan ekonomi, dan itu berdampak buruk pada pengasuhan anak.


"Ada risiko anak-anak mereka tidak terurus karena pekerjaan yang dimiliki orangtua tidak mendukung. Pada akhirnya, mereka akan kembali pada orangtua atau mertua, bukan membangun rumah tangga sendiri," ujar Frenia.


“Kalau saya melihat, kampanye nikah muda lebih banyak menawarkan sisi romantis dalam pernikahan. Sisi indah-indah saja,” kata Frenia .


Selain itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, terjadi 40 perceraian setiap satu jam. Ini disebut berbanding lurus dengan tren menikah di usia muda.


Data lain dari Kementerian Agama RI pada tahun 2014 menyebutkan bahwa 70 persen perceraian diajukan oleh perempuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa memang ada tekanan yang dialami perempuan dalam biduk rumah tangga. Ada ketidaksiapan dari mereka menjadi ibu rumah tangga, istri dan faktor lain.


Selain itu, dalam rumah tangga sudah pasti terdapat permasalahan yang tak dapat dihindari. Tapi, apakah persoalan itu menjadi alarm bagi orangtua sehingga mereka menganggap perlu mempersiapkan anaknya agar memahami dan bisa mengatasi masalah itu?


Biasanya para orangtua enggan berdiskusi soal itu karena membicarakan persoalan rumah tangga dianggap tabu dan memalukan, apalagi bila terjadi pada dirinya.


“Informasi soal apa yang terjadi dalam pernikahan itu tak pernah lengkap (tersampaikan pada anak),” kata Frenia. Padahal, informasi lengkap—termasuk soal resiko kekerasan dalam rumah tangga perlu disampaikan.


Anak misalnya harus tahu apa yang dimaksud kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bila mengalami harus bagaimana, lapor ke siapa, dan bagaimana mengatasinya.


Informasi itu harus jauh-jauh diberikan, bukan sehari sebelum pernikahan, supaya anak memiliki pertimbangan yang jernih terhadap keputusannya.


“Kondisi sekarang ini mirip seperti apa yang terjadi dengan seksualitas. Anak diharapkan tahu sendiri setelah mengalami. Padahal, orangtua diharapkan menjadi teman dialog, agar terbangun komunikasi antara anak dan orangtua, sehingga mereka belajar dan meniru perlakuan orang tua.


Di Kota Depok sendiri.


Untuk meminimalisir terjadinya kasus perceraian yang kerap terjadi membuat pemerintah Kita Depok membuat sebuah kegiatan untuk pra-nikah.


Walikota Depok, Mohammad Idris, memaparkan bahwa kasus perceraian di Kota Depok mencapai sekitar 20 berkas perharinya di Pengadilan agama.


"Dari 20 berkas itu hanya satu persen saja yang bisa dimediasi damai. Artinya dari 20 kasus tersebut hanya dua berkas yang bisa didamaikan, dan sisanya berakhir dengan perceraian," ujarnya beberapa waktu lalu.


Namun, kini Kota Depok telah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak. Maka dari itu, upaya-upaya untuk mempertahankan program ketahanan keluarga juga akan terus dilakukan secara terus menerus.


Dari penghargaan itu pula, Kota Depok telah berhasil menyukseskan dan mempertahankan sebagai Depok Kota Layak Anak.
Area lampiran




Namun, kini Kota Depok telah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak. Maka dari itu, upaya-upaya untuk mempertahankan program ketahanan keluarga juga akan terus dilakukan secara terus menerus.


Dari penghargaan itu pula, Kota Depok telah berhasil menyukseskan dan mempertahankan sebagai Depok Kota Layak Anak.


Area lampiran


COMMENTS

Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,8,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,2,Bisnis,42,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,49,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,3,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,12,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,105,hidup sehat,13,Hikmah,5,Hotel,1,hukum,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,2,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jabar,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,4,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,12,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,39,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,27,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,12,kuliner,1,Kuliner,18,Lalu Lintas,20,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,2,Metro Depok,672,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,5,Nasional,65,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,20,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,80,Peristiwa,256,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,107,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sandiaga uno,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,4,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: Ajakan Nikah Muda, Coba Pikirkan Dulu
Ajakan Nikah Muda, Coba Pikirkan Dulu
https://2.bp.blogspot.com/-4xunm9W6ryQ/WZAbWTvqyyI/AAAAAAAADv4/FjKli-FTnismrCWl8VZdVLZQriK65xTaACK4BGAYYCw/s400/images_1502605898589.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-4xunm9W6ryQ/WZAbWTvqyyI/AAAAAAAADv4/FjKli-FTnismrCWl8VZdVLZQriK65xTaACK4BGAYYCw/s72-c/images_1502605898589.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/08/ajakan-nikah-muda-coba-pikirkan-dulu.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/08/ajakan-nikah-muda-coba-pikirkan-dulu.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy