Tingkatan Akses Sanitasi dan Perilaku Higienis, Pemkot Depok Jalin Kerja Sama Dengan USAID Indonesia

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan The United States Agency for International Development (USAID) Indonesia menjalin kerja sama dengan mena...


Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan The United States Agency for International Development (USAID) Indonesia menjalin kerja sama dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini sebagai upaya mendukung peningkatan akses sanitasi dan perilaku higienis yang adil dan merata. Dalam kerja sama selama 5 tahun tersebut, USAID akan membantu Pemkot Depok mengedukasi warga untuk meminimalisir penggunaan air tanah. 


Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di The Margo Hotel, Kamis (13/07/17).

Depok sengaja dipilih USAID Indonesia karena letaknya yang berdekatan dengan Ibu Kota. Dalam kerja sama tersebut, nantinya USAID Indonesia akan memberikan pendampingan terhadap Pemkot Depok selama lima tahun, yaitu dari 2017-2021.


Saat ini sebanyak 73,58 persen penduduk menggunakan akses aman air minum, untuk masyarakat yang menggunakan air tanah mencapai 83 persen. Bahaya pencemaran atau air tidak layak mencapai 26,48 persen dari jumlah penduduk Kota Depok yang kini sudah mencapai 2,1 juta jiwa.


Hal tersebutlah yang mendorong Pemkot Depok untuk menciptakan terobosan, strategi maupun inovasi. Agar seluruh masyarakat Kota Depok beralih menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), untuk menuju target universal 2019 dan SDGs 2030.




Universal Acces adalah :

Cakupan akses 100% untuk air minum dan sanitas dalam rangkap pengamanan air minum

Sanitas berkelanjutan merupakan sistem sanitas yang melindungi danmeningkatkan kesehatan manusia, tidak menimbulkan degradasi lingkungan dan secara teknis maupun   kelembagaan sesuai, ekonomis dan dapat diterim secara sosial


Tujuan ke-6 dari SDGs : Air bersih dan sanitas untuk semua



  •  Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitas berkelanjutan bagi semua orang
  •  Memastikan ketersediaan dan pengelolaan berkelanjutan atas air dan sanitas  untuk semua orang

Kesepakatan tujuan ke-6 SDGs


  • Memastikan semua orang memiliki akses ke air yang aman
  • Memastikan semua orang memiliki akses ke sanitasi (pembuangan limbah yang aman dan pengelolaan limbah yang baik) dan pendidikan masyarakatdalm hal -kebiasaan higieni  yang sehat.
  • Memantau kualitas air untuk mengurangi kontaminasi. Mencegah pembuangan  bahan kimia atau kontaminasi ke dalam air.
  • Meningkatkan pemakaian air, mengembangkan lebih banyak sumber daya untuk pemanfaatan uang.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan mereka memainkan peran aktif dalam meningkatkan pengelolaan air dan sanitasi mereka.




Tujuan Akhir Sanitasi Layak


Intervensi di sektor sanitasi (termasuk penyuluhan kesehatan) memiliki tiga tujuan utama : (Philippines Sanitation Sourcebook, 2005)



  1. Memperbaiki kondisi kesehatan
  2. Meningkatkan martabat dan kualitas hidup
  3. Perlindungan lingkungan


Dampak Pencemaran Zat Kimia Dalam Air Bagi Kesehatan
ARSEN(As)

  • Kadar maksimum Arsen (As) di dalam air yang diperbolehkan : 0,01mg/l
  • Dampak pencemaran Arsen di dalam air bagi kesehatan :
  • Gejala muntaber di sertai darah, koma, meninggal
  • Secara kronis menimbulkan anoreksia, kolik, mual, diare, icterus, pendarahan pada ginjal, kanker kulit, dapat juga berupa iritasi, alergi, dan cacat bawaan
MANGAN (Mn)
  • Kadar maksimum Mangan (Mn) di dalam air yang diperbolehkan : 0,4 mg/l
  • Dampak pencemaran Mangan di dalam air bagi kesehatan :
  1. Keracunan kronis memberi gejala susunan syaraf : insomnia, kelemahan pada   kakidan otot muka seperti beku sehingga tampak seperti topeng
  2. Bila terpancar terus maka bicaranya lambat, monoton, terjadi hyper refleksi, dan berjalan seprti penderita Parkinson.

NITRAT (NO3)
  • Kadar maksimum Nitrat (NO3) di dalam air yang di perbolehhkan : 50 mg/l
  • Dampak pencemaran Mangan di dalam air bagi kesehatan :
  1. Gangguan pencernaan, diare dengan darah. Kejang, shock, koma, meninggal
  2. Keracunan kronis menyebabkan depresi, sakit kepala, gangguan mental,     methemoglobenia, terutama pada baby (blue babies)

COLIFORM
  • Kadar maksimum Coliform di dalam air yang diperbolehkan : 0 / 100 ml
  • Dampak pencernaan Coliform di dalam air bagi kesehatan :
  1. Penyakit saluran pencernaan
  2. Disetri pada bayi


Regulasi Pengelolaan Air Limbah

  1. Perda No. 9 Tahun 2015 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Perda No. 3 Tahun 2013 tentang Pedoman Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup.
  3. Perda No. 6 Tahun 2012 tentang Retribusi penyediaan/Pengangkutan Limbah Domestik (Kakus)
  4. Peraturan Walikota Depok No. 17 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik

Isu Strategis Air Limbah

  1. Cakupan sanitasi layak 2016 baru mencapai 33,47% ;
  2. 24,61% penduduk masih buang air besar sembarangan/belum memiliki akses     terhadap sanitasi (100% - 33,47% sanitasi layak – 41,75% sanitasi dasar)
  3. Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya pencemaran air tanah/air         permukaan.
  4. Belum tersedia data pencemaran air tanah untuk seluruh wilayah Depok ;
  5. Potensi masyarakat, perbankan dan dunia usaha (CSR) belum didayagunakan secara optimal untuk mencapai 100% akses sanitasi layak ;
  6. Alokasi bantuan RTLH belum memperhitungkan dana untuk peningkatan     sanitasi.
  7. Belum ada Perda Pengelolaan Air Limbah yang mengatur hak dan kewajiban Pemda, masyarakat dan badan usaha.
  8. Kepadatan penduduk semakin tinggi, semakin sulitnya mencari lahan untuk septitank individual yang memenuhi syarat teknis min. 10m dari sumber air.

Potensi Program kegiatan Sanitasi untuk mencapai Universal Acces 100%
  • Penguatan kelembagaan dan regulasi di bidang Sanitasi
  • Peningkatan Akses sanitasi Individu di tingkat masyarakat (ada 11.000 KK belum memiliki septitank )
  • Peningkatan Akses Sanitasi skala Kamual
  • Peningkatan kapasitas pemerintah Kota Depok dibidang Sanitasi
  • Fasilitas Pemerintah Kota Depok (Dinas Rumkim, IPLT) untuk mengakses dana APBD dan APBN
  • Penguatan Institusi dan Finansial Sektor pada operator (UPTD IPLT)
  • Mendukung pelaksanaan Sanitation Index (pengumpulan data, pertemuan, dan sharing)
  • Penguatan Teknis Sektor Sanitasi/Operator (LLTT, IPTL, SNI, etc)
  • Promosi LLTT
  • Fasilitasi program CSR dan Microfinance untuk pendanaan Septitank individual yang layak
  • Peningkatan kapasitas dan armada IPTL
  • Peningkatan kerjasama pengelolaan Sanitasi dengan pihak swasta dan Masyarakat

ISU STRATEGIS AIR MINUM

  1. Akses aman air minum 2016 baru mencapai 73,58% ;
  2. Belum tersedia data yang akurat mengenai kondisi SPAM bukan jaringan perpipaan (BPJ) ;
  3. Sumber air baku utama PDAM adalah sungai Ciliwung yang statusnya tercemar berat. Angka total coliform Ciliwung sisi hulu 160.000 (jumlah/100       ml) memiliki batas ambang baku mutu air kelas tiga yakni 10.000 (jumlah/10     ml) ;
  4. 83,03% penduduk Depok masih menggunakan air tanah, sementara yang rawan pencemaran 26,48% penduduk karena belum memiliki akses air minum layak/akses air minum yang tidak terlindungi.
  5. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya menggunakan air   tanah yang tercemar.
  6. Belum ada peraturan mengenai pemanfaatan air tanah dalam di wilayah pelayanan PDAM ;
  7. Tarif pemanfaatan air tanah jauh lebih murah daripada tarif air PDAM         sehingga mengurangi minat terhadap perpipaan PDAM
  8. Potensi masyarakat dan dunia usaha (CSR) belum belum didayagunakan secara optimal untuk mencapai 100% akses air minum ;
  9. Upaya perlindungan dan pelestarian sumber air baku belum optimal ;
  10. Mata air yang potensial banyak yang tidak dimanfaatkan, ditutup, dan/atau tercemar ;
  11. PDAM krisis sumber air baku air minum karena debit sungai terbatas dan digunakan oleh lintas Kota/Kab/Provinsi
  12. Kesadaran masyarakat akan penghematan air masih rendah ;
  13. Kebijakan penghematan penggunaan air melalui pengelolaan air bekas pakai dan pemakaian air daur ulang belum diimplementasikan
  14. Kebijakan pengendalian run-off untuk menambah sumber air baku air minum belum berjalan optimal.
Kerjasama Program

Pencapaian Akses Universal dan RPJMD Kota Depok Tahun 2016-2021 untuk Bidang Air Limbah dan Air Minum Kota Depok dan USAID-IUWASH Plush.


IUWASH PLUSH PROGRAM

(Indonesia Urban Water, Sanitation and Higiene – Penyehatan Lingkungan Untuk Semua)

Program USAID untuk 5 Tahun (2016-2021) di 5 wilayah di Indonesia dengan maksud :
  • Membantu Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target Universal Akses 100-0-100 pada 2019 dan SDG’s 2030.
  • Pencapaian Universal Akses terutama pada masyarakat perkotaan dan peri-urban yang berada di kelompok “B40” (Kelompok 40% dengan tingkat kesejahteraan terendah nasional).
  • Program ini BUKAN bertujuan mengurangi kemiskinan tetapi menyumbang untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat khususnya untuk akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak yang secara lebih luas akan mendukung perbaikan derajad kesehatan masyarakat.

Tujuan dan Target Utama Program IUWASH PLUSH :

  • Satu juta penduduk perkotaan mendapatkan akses air minum dimana separuh atau 500,000 adalah penduduk dari kelompok yang berada dalam 40% tingkat kesejahteraan terendah (B40) dari total populasi ;
  • 500,000 penduduk perkotaan mandapat akses sanitasi yang layak, dimana keseluruhannya kerada pada tingkat 40% kesejahteraan terendah (B40) dari total populasi dan 250.000 penduduk mendapatkan akses ke layanan sedot lumpur tinja dan dikelola dengan aman.

Komponen Program

  1. Peningkatan layanan sector Air Minum, Sanitasi dan Perilaku Higiene di tingkat rumah tangga :
  2. Penguatan kinerja indtitusi pengelola sector Air Minum, Sanitasi, dan Perilaku Higiene di tingkat kota/kabupaten ;
  3. Penguatan aspek pembiayaan sector Air Minum, Sanitasi, dan Perilaku Higiene; dan
  4. Memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi sector Air Minum, Sanitasi, dan Perilaku Higiene.


Didukung oleh program inovasi lainnya yang menambah percepatan pencapaian target program.


Pemerintah Kota Depok memiliki Tim Pokja Sanitasi/AMPL yang selama ini berperan dalam memfasilitasi program dan kegiatan yang terkait dengan Program Sanitasi. Sekretariatnya berada pada Sekretariat Daerah Kota Depok. Sedangkan dalam Pokja Sanitasi tersebut, BAPPEDA berperan sebagai Ketua Bidang Perencanaan, membantu mensinkronkan program dan kegiatan yang terkait dengan Sanitasi kedalam RPJMD Kota Depok, sehingga tujuan akhir pencapaian SDGs diharapkan bisa dicapai.


(BAPPEDA PEMERINTAH KOTA DEPOK).

COMMENTS

Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,8,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,2,Bisnis,41,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,49,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,3,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,12,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,104,hidup sehat,13,Hikmah,5,Hotel,1,hukum,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,2,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jabar,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,4,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,12,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,39,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,27,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,12,kuliner,1,Kuliner,18,Lalu Lintas,20,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,2,Metro Depok,657,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,5,Nasional,65,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,20,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,79,Peristiwa,246,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,107,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sandiaga uno,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,4,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: Tingkatan Akses Sanitasi dan Perilaku Higienis, Pemkot Depok Jalin Kerja Sama Dengan USAID Indonesia
Tingkatan Akses Sanitasi dan Perilaku Higienis, Pemkot Depok Jalin Kerja Sama Dengan USAID Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-ex8TdET9b8k/WXGu1uo0gxI/AAAAAAAACN4/BiLPyYkCpYcVxPNZakrIxwsF3BptAswsgCLcBGAs/s640/d8135947-45aa-4bea-b015-b743833a2643.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ex8TdET9b8k/WXGu1uo0gxI/AAAAAAAACN4/BiLPyYkCpYcVxPNZakrIxwsF3BptAswsgCLcBGAs/s72-c/d8135947-45aa-4bea-b015-b743833a2643.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/07/tingkatan-akses-sanitasi-dan-perilaku.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/07/tingkatan-akses-sanitasi-dan-perilaku.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy