MPATI Apresiasi Sanksi yang Diberikan Pada Pelaku Bullying

Masyatakat Peduli Autis Indonesia (Istimewa) DepokNews- Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) kembali mendatangi Universitas Guna...

Masyatakat Peduli Autis Indonesia (Istimewa)


DepokNews- Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) kembali mendatangi Universitas Gunadarma di Jalan Raya Margonda, Depok. Kali ini mereka mengapresiasi pemberian sanksi kepada para pelaku bullying terhadap atas perilaku perundungan yang dilakukan kepada MF.

"Kami apresiasi pihak kampus sudah bersikap tegas berikan sanksi berupa skorsing namun alangkah lebih baiknya jika sanksi nya lebih mendidik. Misalnya mereka dilibatkan langsung dengan anak-anak ABK sehingga mereka lebih empati," ujar Sofa, perwakilan MPATI.

Dirinya mengaku juga sudah melakukan wawancara dengan orangtua MF di kediaman korban. Dari riwayat MF sejak kecil hingga sekarang, pihaknya menemukan ciri-ciri gangguan perkembangan itu ada di diri MF.

"Namun kami tidak bisa langsung simpulkan MF ini ABK atau bukan. Perlu yang namanya assement, pemeriksaan serta observasi kepada MF. Kami juga sedang mencari waktu yang cocok untuk dilakukan observasi, karena kalau sekarang keluarganya juga masih shock dan butuh ketenangan," jelasnya.

Ia mengungkapkan ke depan pihaknya akan membuat tim observasi bersama dengan Kemensos. "Nanti kami buat Tim bersama Kemensos. Sekarang fokus kepada pembinaan dan awareness tentang ABK itu," ungkap Sofa.

Sementara itu Direktur LBH Disabilitas Indonesia, Hari Kurniawan menambahkan pemberian sanksi yang diberikan kepada pelaku harus disisipi sanksi sosial di dalamnya.

"Misalnya pelaku dilibatkan menjadi pendamping disabilitas selama lebih kurang limaa tahun dan aktif juga secara berturut-turut minimal dua bulan untuk aktif di kegiatan disabilitas," ucapnya.

Pihaknya juga menuntut  kampus Gunadarma untuk membentuk unit layanan disabilitas.

"Menurut catatan kami, di Gunadarma mereka menerima ABK dengan komposisi 20 disabilitas,7  autis dan tiga nya tuna netra. Namun sangat disayangkan ketika kampus sebesar ini tidak memberikan layanan yang nyata bagi penyandang disabilitas," ucapnya.

Dia menerangkan berdasarkan  UU no 8 tahun 2016 di pasal 145 yaitu setiap universitas yang menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)  harus  sediakan unit layanan disabilitas.

"Tadi kami ingin bahas itu namun Rektor maupun pejabat yang lain sedang tidak ditempat. Hanya bertemu dengan perwakilan Wakil Rektor III dan hanya diberikan press rilis saja," terang Hari.

Terlepas MF adalah ABK atau bukan, lanjutnya kasus yang dialami nya adalah  perundungan (bullying) dan itu tidak boleh terjadi.

"Kasus ini bukan sekali saja, alumni Gundar yang saat ini menjadi penyandang disabilitas juga dibully dan itu mengaku ke kami. Harus ada perhatian dari kampus, jangan sampai kasus ini dialami lagi oleh ABK," tandasnya.(mia)

COMMENTS

Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,8,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,2,Bisnis,42,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,49,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,3,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,13,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,106,hidup sehat,14,Hikmah,5,Hotel,1,hukum,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,2,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jabar,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,4,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,12,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,39,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,27,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,12,kuliner,1,Kuliner,18,Lalu Lintas,20,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,2,Metro Depok,688,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,5,Nasional,67,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,20,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,81,Peristiwa,258,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,108,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sandiaga uno,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,4,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: MPATI Apresiasi Sanksi yang Diberikan Pada Pelaku Bullying
MPATI Apresiasi Sanksi yang Diberikan Pada Pelaku Bullying
https://3.bp.blogspot.com/-EdBa27qYwto/WXEs0MajYFI/AAAAAAAACLg/0dDCk9tejBU33_4dYClGCwtivDSuUtSaACK4BGAYYCw/s400/IMG-20170720-WA0047.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-EdBa27qYwto/WXEs0MajYFI/AAAAAAAACLg/0dDCk9tejBU33_4dYClGCwtivDSuUtSaACK4BGAYYCw/s72-c/IMG-20170720-WA0047.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/07/mpati-apresiasi-sanksi-yang-diberikan.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/07/mpati-apresiasi-sanksi-yang-diberikan.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy