Hanoi Atasi Macet Larang Motor Beroperasi Sebelum 2030, Apa Kabar Indonesia?

DepokNews -- Ibu Kota Vietnam, Hanoi, telah menyetujui untuk melarang motor beroperasi sebelum tahun 2030. Demikian Reuters mengabarkan, S...

DepokNews -- Ibu Kota Vietnam, Hanoi, telah menyetujui untuk melarang motor beroperasi sebelum tahun 2030. Demikian Reuters mengabarkan, Selasa (4/7/2017).

Menurut pemerintah setempat, hal tersebut harus dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan pencemaran udara yang sudah sangat kritis. Mereka khawatir populasi jalanan akan sesak seiring dengan semakin bertambahnya warga kota yang menggunakan kendaraan roda empat (mobil).

Larangan ini, sebagai awal, akan diberlakukan pada beberapa area tertentu di wilayah kota, sebelum akhirnya berlaku di setiap sudut kota. Saat ini Hanoi mempunyai 10 distrik metropolitan dan 189 distrik pinggir kota.

Menurut VN Express, keputusan itu diambil setelah Kementerian Transportasi Vietnam mengadakan survei yang melibatkan 15.000 responden di ibu kota dan ditetapkan setelah disetujui 91 persen anggota Komite Rakyat dalam sebuah pemungutan suara.

Saat ini perekonomian Vietnam tengah tumbuh pesat, naik empat kali lipat dari sebelum pergantian abad. Kini setiap dua orang dari 90 juta penduduknya memiliki sepeda motor dan penjualan kendaraan roda empat naik 30 persen pada 2016.

Pemerintah memperkirakan populasinya di Hanoi akan mencapai 6 juta motor dalam tiga tahun ke depan. Jumlah penduduk ibu kota Vietnam itu sendiri kini mencapai 7,7 juta.

Populasi motor itu, ditambah sekitar 500.000 mobil yang beredar, berkontribusi pada 70 persen pencemaran udara di Hanoi.

Akan tetapi para pemotor di kota itu, tentu saja, menentang rencana tersebut. Mereka mengatakan bahwa tidak mungkin melarang orang menggunakan kendaraan pribadi apabila layanan angkutan umum kota masih buruk.

"Ini ide gila," tegas Hoang Thuy Duong, seorang wanita pekerja yang sehari-hari menggunakan motor, kepada AFP (h/t RT.com). "Motor adalah alat transportasi terbaik di Hanoi. Saya ragu pemerintah bisa mengganti mereka dengan angkutan umum."

Namun Komite Rakyat Hanoi, seperti dikabarkan VOA Indonesia (4/7), menyatakan rencana pelarangan motor itu merupakan bagian dari resolusi yang juga mengharuskan peningkatan layanan angkutan umum.

Saat ini bus menjadi satu-satunya transportasi publik yang tersedia di Hanoi, tetapi tidak banyak masyarakat yang menumpanginya. Pemerintah kota itu juga sedang mengucurkan dana untuk proyek pembangunan kereta bawah tanah, tetapi masih butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa terwujud.

Wacana ini sebenarnya bukan hal baru. Pada akhir 2013, seperti diberitakan Visordown (19/12), pemerintah Vietnam sudah mengkaji hal ini dan akan diberlakukan pada beberapa kota besar, seperti Hanoi dan Ho Chi Minh.

Salah satu alasan dimunculkannya ide itu adalah untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Menurut Komite Keselamatan Lalu Lintas Nasional (National Traffic Safety Committee / NTSC), setiap harinya ada 26 orang tewas dan 81 lainnya cedera akibat lakalantas.

Akan tetapi wakil ketua NTSC saat itu, Nguyen Hoang Hiep, menilai gagasan tersebut mustahil diwujudkan dalam waktu dekat terkait infrastruktur yang ada saat itu.

"Tidak mungkin melarang sepeda motor dengan cepat karena ekonomi yang belum berkembang, serta kekurangan infrastruktur dan transportasi umum yang belum mencukupi," ujarnya.

Pelarangan bertahap sepeda motor dalam kurun 2020-2025, lanjut Hiep bisa jadi tepat, namun harus dibarengi dengan perbaikan infrastruktur transportasi umum.

Nguyen Phi Thuong, ketua dewan pelayanan transportasi Hanoi pada pertengahan tahun lalu seperti paparkan Paultan (19/8/2016), mengatakan bahwa pemerintah Hanoi memerlukan jumlah kendaraan umum (bus) sebanyak dua kali lipat. Saat ini di Hanoi ada 1.000 bus yang beroperasi dengan pengguna 27 juta orang per bulan.

Sementara menurut statistik resmi yang dirilis pada 2015, Hanoi memiliki 5,5 juta kendaraan terdaftar. Dengan rincian 4,9 juta sepeda motor yang dimiliki 7,7 juta penduduknya. Bahkan sekitar 8.000 sampai 20.000 sepeda motor baru dan 6.000 sampai 8.000 mobil baru terdaftar di Hanoi setiap bulannya.

Jika Vietnam tengah memikirkan untuk mengurangi polusi dengan menyetop penggunaan motor di beberapa kota besar, bagaimana dengan Indonesia?

Saat ini pun pemerintah kota besar di Indonesia juga mengupayakan hal serupa, dengan terlebih dahulu membenahi sarana transportasi umum. Jakarta, misalnya, tengah membangun MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) sebagai upaya menyediakan transportasi alternatif untu mengurangi kemacetan dan polusi.

Pasalnya, Study on Integrated Urban Transportation Master Plan (SITRAMP) tahun 2004 untuk wilayah Jabodetabek menunjukkan ada 1.000 kendaraan bermotor baru setiap harinya di Jakarta dan 80 persen polusi udara Ibu Kota berasal dari kendaran bermotor.

Sumber: http://britagar.id/
Area lampiran

COMMENTS

Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,7,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,1,Bisnis,31,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,45,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,2,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,12,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,88,hidup sehat,10,Hikmah,5,Hotel,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,1,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,2,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,11,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,38,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,25,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,6,kuliner,1,Kuliner,14,Lalu Lintas,9,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,1,Metro Depok,447,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,3,Nasional,57,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,19,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,68,Peristiwa,181,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,97,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,3,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: Hanoi Atasi Macet Larang Motor Beroperasi Sebelum 2030, Apa Kabar Indonesia?
Hanoi Atasi Macet Larang Motor Beroperasi Sebelum 2030, Apa Kabar Indonesia?
https://4.bp.blogspot.com/-OJNdE2IwEjs/WV3eUsr0yLI/AAAAAAAABV8/0xNEummc3YIdMpug3SNcXfYB7iu_Hy1bACLcBGAs/s640/hanoi.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-OJNdE2IwEjs/WV3eUsr0yLI/AAAAAAAABV8/0xNEummc3YIdMpug3SNcXfYB7iu_Hy1bACLcBGAs/s72-c/hanoi.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/07/hanoi-atasi-macet-larang-motor.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/07/hanoi-atasi-macet-larang-motor.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy