ASI Dua Tahun Lebih Resiko Gigi Berlubang, Begini Cara Menanggulanginya

DepokNews -- ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa anak-anak yang menyusui selama dua tahun...

DepokNews -- ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa anak-anak yang menyusui selama dua tahun atau lebih berisiko menderita gigi berlubang.

Hal ini terbukti melalui sebuah penelitian baru yang dilakukan pada 1.129 anak di Pelotas, Brasil. Dilansir dari Business Standard, sekitar seperempat anak diketahui diberi ASI selama 24 bulan atau lebih.

Hasil penelitian ini pun menunjukkan, pada usia 5 tahun, anak-anak menderita karies gigi kronis yang menyebabkan gigi berlubang dengan jumlah 23,9% anak-anak menderita gigi berlubang dan 48% menderita karies gigi.

Dari jumlah tersebut ditemukan, anak-anak yang diberikan ASI selama dua tahun atau lebih memiliki risiko 2,4 kali lebih tinggi menderita gigi berlubang dibandingkan anak-anak yang menyusui kurang dari satu tahun. Namun, menyusui antara 12 hingga 23 bulan tidak menyebabkan risiko gigi berlubang yang lebih tinggi.

"Alasannya, frekuensi menyusui dalam jangka panjang dan menyusui pada malam hari yang tinggi membuat gigi sulit dibersihkan," ujar Praktisi Kesehatan Anak, dr Margareta Komalasari, Senin (3/7/2017). 

Oleh karena itu, untuk menanggulangi resiko tersebut diperlukan adanya makanan pendamping ASI seperti snack. Snacking atau ngemil untuk bayi tak hanya bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan asupan gizi dan variasi makanan. Snack juga dapat menjadi sarana untuk menstimulasi kemampuan motorik halus dan melatih self feeding skill untuk membentuk kemandirian sejak dini.

"Memasuki akhir usia 7 bulan, bayi mulai mampu mengkoordinasikan gerak motorik halus, seperti meraih, mengambil dan memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan lainnya dengan baik dan mampu menjimpit benda dengan kedua jarinya. Periode ini menunjukkan bahwa kemampuannya untuk memegang dan melepas makanan semakin berkembang," paparnya. 

Dalam fase ini, orang tua dapat memberikan stimulasi berupa finger food sebagai camilan dengan ukuran dan tekstur yang tepat yaitu agak kecil dan mudah lumer dalam mulut agar bayi tidak tersedak. Selain itu, ukuran dan tekstur camilan juga harus disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang bayi.

"Camilan atau makanan yang dikonsumsi bayi itu tidak boleh lebih kecil dari jari tangan karena takut tersedak bila dimakan. Jika pun kecil, pastikan yang mudah lumer di mulut. Stimulasi yang diberikan bisa berdampak pada perkembangan kemandirian makan, kemampuan memegang alat tulis hingga kemampuan menulis dikemudian hari," jelasnya.

Sementara waktu pemberian camilan sebaiknya dilakukan secara konsisten yaitu dua jam sesudah makan utama. "Camilan yang sehat itu mengandung mikronutrien dan makronutrien, tidak mengandung pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Camilan juga bukan makan utama tapi pendamping. Hanya sekitar 30% dari total asupan makanan bayi sehari-hari," pungkasnya. (Meida) 
Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,7,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,1,Bisnis,31,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,45,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,2,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,12,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,88,hidup sehat,10,Hikmah,5,Hotel,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,1,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,2,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,11,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,38,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,25,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,6,kuliner,1,Kuliner,14,Lalu Lintas,9,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,1,Metro Depok,447,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,3,Nasional,57,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,19,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,68,Peristiwa,181,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,97,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,3,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: ASI Dua Tahun Lebih Resiko Gigi Berlubang, Begini Cara Menanggulanginya
ASI Dua Tahun Lebih Resiko Gigi Berlubang, Begini Cara Menanggulanginya
https://4.bp.blogspot.com/-L11_Wvomrys/WVmnjFzCiSI/AAAAAAABIMM/-ck_GUpkfIon4SIV9pHsiGONwGTKKSfOACLcBGAs/s640/asi.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-L11_Wvomrys/WVmnjFzCiSI/AAAAAAABIMM/-ck_GUpkfIon4SIV9pHsiGONwGTKKSfOACLcBGAs/s72-c/asi.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/07/asi-dua-tahun-lebih-resiko-gigi.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/07/asi-dua-tahun-lebih-resiko-gigi.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy