Lebaran Tiba, Kue Kekinian Menghilangkan Kue Khas Daerah

DepokNews -- Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari lagi. Ibu-ibu rumah tangga pun nampak sibuk untuk mempersiapkan beragam hidangan...

DepokNews -- Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari lagi. Ibu-ibu rumah tangga pun nampak sibuk untuk mempersiapkan beragam hidangan untuk tamu dan keluarga yang akan berkunjung di rumahnya. Di antara para ibu, banyak yang membuat kue lebaran kekinian alias kue lebaran yang sedang viral di dunia maya. Namun, hal itu membuat kue khas tradisional daerah sendiri menjadi menghilang. 

Sekarang yang muncul di meja tamu sekarang kebanyakan kue kalengan, yang tinggal beli di supermarket dekat rumah. Banyak yang merindukan kue-kue khas Lebaran seperti wajik bandung dan dodol betawi. Tapi ketika orang makin sibuk dan ingin serba praktis, beli saja kue-kue yang siap saji.
Berputar mengingat masa-masa sebelumnya, ketika seminggu sebelum Lebaran ibu-ibu sudah menyiapkan kue-kue buat hidangan para tamu. Ada yang sudah bikin rengginang, lalu dijemur di atap rumah hingga kering. Nanti lebaran tiba tinggal menggoreng. Begitu pula yang bikin jenang tape, sekeluarga sibuk mengemas dodol tape itu dengan ukuran kecil-kecil, lalu dijemur di halaman rumah.

Hidangan buat tamu-tamu kala itu masih sangat variatif. Ada kembang goyang, sagon potong dan sagon lempit, rengginang, wajik bandung, dodol, gemblong (juadah), lapis, sengkulun (semacam wingka babat), criping pisang, kacangbawang, emping, widaran, utri, nagasari dan masih banyak lagi. Minumannya teh manis atau sedikit mewah adalah Orson, yang kini lebih dikenal sebagai sirup rasa jeruk.

Belebaran ke rumah tetangga dan tetangga, selalu ketemu kue-kue tradisional itu. Tapi kini di jaman yang serba praktis, dari kampung sampai kota yang terhidang kue-kue biskuit kalengan. Jika kue tradisional masih bisa ditemukan, paling-paling tinggal kacang bawang, mete dan emping. Kue lain yang disebutkan di atas, sudah tinggal kenangan.

Karena hidangan yang monoton tersebut, di kota kebanyakan tetap utuh tidak tersentuh. Maklum, di Jakarta misalnya, berlebaran dengan tetangga cukup di depan pintu, bersalaman dan pergi. Tak ada lagi duduk bersama ngobrol ngalor ngidul. Alasannya klasik, masih banyak yang hendak ditemui. Habis ini mau ke sana mau ke sini.

Melenyapnya kue-kue tradisional, sungguh sangat disayangkan. Maka ketika sejumlah daerah menggelar festival makanan tradisional, itu adalah tindakan terpuji. Jangan sampai makanan warisan leluhur itu punah karena tak ada yang peduli. Jika kini banyak penyakit macem-macam dan aneh-aneh, sesungguhnya akibat asupan makanan yang sudah banyak tercemar oleh zat-zat kimia.

Lihat saja kakek nenek kita yang banyak makan singkong dan urapan daun ketela, tubuhnya malah sehat dan sampai tua masih rosa-rosa macam Mbah Marijan. Sebaliknya generasi kini yang kebanyakan makanan modern yang tercemar bahan kimia, usia masih di bawah 50 tahun sudah terkena stroke gara-gara ludira inggil (darah tinggi) dan diabetes mellitus (sakit gula).

Akan tetapi, seorang ibu rumah tangga di wilayah Rangkapan Jaya Lama, Ibu Ernawati, masih membuat kue tradisional untuk belebaran sebagai hidangan para tamu dan keluarga. Dirinya mengaku, memang membuat kue kekinian, tetapi ia tidak mau menghiangkan kue khas kota kelahirannya sendiri, yaitu kue Geplak asal Depok. 

Dia membuat kue Geplak tersebut karena memang terbiasa, "kalau tidak ada kue khas daerah, hidangan saat lebaran masih ada yang kurang. Kita kan punya daerah sendiri-sendiri kenapa tidak dilestarikan saja, apalagi banyak anak-anak muda sekarang yang meninggalkan sejarah daerahnya sendiri. khususnya makanan-makanan asal daerahnya itu," ujar ibu empat orang anak ini. 

Ia juga mengingatkan kepada para ibu untuk tidak mengilangkan kekhasan daerahnya. Sebab, hal itulah yang menjadi bahan ajaran kita terhadap anak-anak. "Ajaklah anak kita untuk membuat kue tersebut agar mereka tahu kalau kue tradisional memang lebih nikmat daripada kue kekinian," tandasnya. (Meida)

COMMENTS

Nama

# Hut Depok,1,# Kriminal,7,# Lingkungan,4,# Palestina,1,# Pilgub Jabar,3,# PKK,1,Adv,2,ahok,1,al fatihah,1,al quran,2,alumni smp 2 depok,1,anak,1,bakso babi,1,bakso babi hutan,1,bakso celeng,1,bakso oplosan,1,baznas,1,Bisnis,31,Bom,1,Citizen Journalism,1,Cuaca,2,Deddy Mizwar,1,depok,1,Depok Raya,45,Depok Terkini,1,dodol betawi,1,Ekonomi,2,features olah rasa,1,gas,1,Gaya Hidup,12,geng motor,2,hacker,1,Halal,1,Headline,88,hidup sehat,10,Hikmah,5,Hotel,1,i,1,idNSA,1,ilmu tajwid,1,Ilustrasi,1,imigrasi,1,Ine hardiyati,1,Internet,3,itc depok,1,jembatan ambles,1,jembatan pitara ambles,1,jembatan sengon,1,Kec. Beji,8,Kec. Bojong Sari,1,Kec. Cimanggis,2,Kec. Cinere,1,Kec. Limo,2,Kec. Pancoran Mas,8,Kec. Sawangan,4,Kec. Sukmajaya,4,Kec. Tapos,1,kecantikan,11,Kekerasan Pada Wartawan,1,Kesehatan,38,khitanan massal,1,Kirimal,14,knpi,1,komputer,2,Komunitas,25,komunitas hacker,1,koni,2,kriminal,6,kuliner,1,Kuliner,14,Lalu Lintas,9,legen,1,liburan,1,lintasan tajwid,2,Makanan,1,media sosial,3,mengajari anak,1,menjaga kesehatan,4,metro,1,Metro Depok,447,mi mengandung babi,1,mi samyang,2,miras,2,Mobil,2,motor,1,Motor,1,mudik,4,nasio,1,nasioanl,3,Nasional,57,netty heryawan,1,nurul fikri,1,Ojek Online,1,Olahraga,1,Opini,19,Oto Tekno,2,Parenting,10,Pendidikan,68,Peristiwa,181,peristiwaIlustrasi,1,persada,1,pilgub dki,1,Pilgub Jabar,1,pilkada2017,1,pilkadadki2017,1,Politik,14,ppdb,1,produk unggulan depok,1,Promo,3,Ragam,97,Ramadhan,137,Remaja Islam,2,Reses DPRD,1,ridwan kamil,1,rki,1,rs meilia depok,1,Rumah Keluarga Indonesia,1,sejarah,2,smpit nurul fikri,1,Sosmed,1,surah al kautsar,1,Tagihan,1,tajwid,2,tas diduga bom,1,Teknologi,8,Tempat Nongkrong,1,tertinggi nilai rata-rata un,1,Tokoh Depok,1,Traveloka,1,ukm,1,UMKM Depok,1,Wisata,3,Wisata amp; Kuliner,4,Zakat,1,
ltr
item
Depok News: Lebaran Tiba, Kue Kekinian Menghilangkan Kue Khas Daerah
Lebaran Tiba, Kue Kekinian Menghilangkan Kue Khas Daerah
https://3.bp.blogspot.com/-dnqcPXC7V5M/WU3IZKx7RxI/AAAAAAABHwA/YX8Ean0KPdQ61IY2OWgviJ6gCWGkuOYeQCLcBGAs/s640/kue%2Blebaran.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dnqcPXC7V5M/WU3IZKx7RxI/AAAAAAABHwA/YX8Ean0KPdQ61IY2OWgviJ6gCWGkuOYeQCLcBGAs/s72-c/kue%2Blebaran.jpg
Depok News
http://www.depoknews.id/2017/06/lebaran-tiba-kue-kekinian-menghilangkan_24.html
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/
http://www.depoknews.id/2017/06/lebaran-tiba-kue-kekinian-menghilangkan_24.html
true
3114477243298442110
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy